Ahok : Kita Kembali Di Zaman BarBar

0
250

Calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok khawatir, jika aksi massa terus berlangsung, negara akan terpecah-belah.

“Sekarang kan banyak hoax di mana-mana, katanya tanggal 18 bakal turun 5 juta, 25 juta. Kalau mau turun kayak gitu ini negara bakalan pecah,” kata Ahok di rumahnya, di Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara.

Calon gubernur nomor urut dua itu menilai, aksi massa tersebut layaknya kaum barbar. Sebab, hanya untuk mengalahkan seseorang harus mendatangkan massa begitu banyak.

“Kita kembali ke zaman barbar lagi, jadi kalau mau mengalahkan orang ini datangkan 6 juta, terus ngapain hadap-hadapan 5 juta atau 6 juta, mau perang kolosal kayak perang zaman dulu yang perang berminggu-minggu? Kan lucu,” tuturnya.

Perang, lanjutnya, harus digantikan kertas suara, peluru digantikan suara. Semua seharusnya ditentukan saat pemungutan suara Pilkada DKI pada 15 Februari nanti.

Ahok menyarankan, aksi massa yang berbuntut kegaduhan hendaknya diselesaikan secara beradab, melalui pemilihan gubernur DKI, 15 Februari 2017.

“Kenapa sih takut sama Ahok. Kalau kamu bagus, kamu buktikan dong kamu satu putaran. Ahok kalah ya sudah. Kenapa mesti pakai cara barbar, pakai cara turun ( ke jalan)? Apalagi sekarang ada hoax di mana mana,” tambah Ahok

Mantan Bupati Belitung Timur itu berpendapat, kegaduhan isu dugaan penistaan agama hanya ingin membongkar pondasi Pancasila dan kesatuan NKRI

“Kita ini lagi bangun rumah, nih (Pancasila). Kalau kita sudah putuskan pakai kertas suara, kok mau balik lagi (pakai) hitungan orang? Main turunkan orang berapa,” kritiknya.

Berikan Komentarmu