Boni Hargens Tak Segan Langsung Sebut SBY Aktor Politik Dibalik Demo 4 November Lalu

0
233

Pengamat politik dan intelijen Boni Hargens mengatakan aktor politik di balik peristiwa 4 November lalu adalah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab 2 hari sebelum peristiwa itu SBY menggelar konferensi pers di Cikeas menanggapi aksi demo.

“Gerakan ini diawali dengan konferensi pers politik oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas pada tanggal 2 November 2016. Substansi konferensi pers memperlihatkan kepanikan dan kemarahan SBY terhadap Ahok dan pemerintahan Jokowi,” kata Boni di Jakarta.

Dalam konteks ini, Boni mengatakan secara logika normal menarik kesimpulan bahwa SBY adalah aktor politik di balik gerakan ini.

“Apalagi, konferensi pers Cikeas pada tanggal 2 November jelas bukan sebuah upaya koreksi terhadap pemerintahan tetapi sebuah gerakan kekuasaan untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta. Mengingat putra SBY, Agus Yudhoyono, juga ikut bertarung. Kalau saja Agus tidak ikut dalam pertarungan, publik bisa menghargai niat baik SBY dalam konferensi pers itu,” terang Boni.

Boni melanjutkan demo yang melibatkan umat muslim di berbagai daerah itu bukanlah murni gerakan moral membela agama. Justru dia melihat ada gerakan politis yang saat aksi demonstrasi tersebut.

“Aksi itu sangat politis karena gerakan itu berlangsung di tengah momentum menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017. Kedua gerakan berjubah agama itu telah dipelintir oleh sebagian aktor menjadi gerakan politik melawan pemerintahan Jokowi,” kata Boni.

Boni menambahkan, dugaan tersebut terungkap dari adanya rekaman video orasi Ahmad Dhani yang dengan jelas menghina Presiden Jokowi. Terlebih saat ini, Ahmad Dhani yang merupakan calon wakil bupati Kabupaten Bekasi serta keterlibatan wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah dan anggotanya Fadli Zon.

“Hal itu terungkap misalnya dalam rekaman video orasi Ahmad Dhani yang dengan jelas menghina Presiden Jokowi dengan memakai kata ‘anjing’ yang saat ini kasusnya sudah dilaporkan dan sedang diproses di kepolisian,” tutup Boni.

Berikan Komentarmu