Trump Beberkan Isi Percakapan Di Telepon Dengan Clinton

0
262

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump membeberkan isi teleponnya dengan Hillary Clinton sesaat sebelum dia meraih kemenangannya. Trump buka-bukaan soal isi percakapannya dalam acara ’60 Minutes’ di CBS News.

Lesley Stahl, sebagai pembawa acara menanyakan isi percakapan keduanya. Pasalnya Trump menyebutkan dalam pidato kemenangannya, dia baru saja menerima telepon dari rivalnya tersebut.

“Itu merupakan telepon yang menyenangkan dan pastinya merupakan telepon yang paling tabah untuknya,” ujar Trump dalam wawancaranya.

Trump mengatakan, dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Clinton saat itu. Dia merasa, Clinton adalah orang yang tabah.

“Saya tidak bisa membayangkan. Dia sangat kuat, bahkan dari saya jika memang saya yang ada di posisinya,” lanjut dia.

Trump bahkan mengatakan, Hillary tidak bisa menjadi lebih manis dan baik saat berbicara dengannya selain saat itu.

“Menurut saya, untuk saya, itu sangat, sangat sulit. Dia tidak bisa lebih baik dari saat itu. Dia hanya mengatakan, ‘Selamat, Donald, kerja bagus,’,” sambung Trump.

Rupanya tak hanya Hillary, sang suami, Bill Clinton juga menyampaikan ucapan selamatnya pada taipan properti itu.

“Dia terdengar sangat ramah. Dia mengatakan pemilu kali ini merupakan salah satu perjalanan menakjubkan. Salah satu yang paling menakjubkan dari yang pernah dilihatnya,” seru Trump.

Selain membeberkan percakapannya dengan pasangan suami-istri Clinton, Trump juga menyebutkan dia akan menjaga aspek-aspek tertentu dalam undang-undang, salah satunya dari UU Perawatan Terjangkau. Trump mengatakan akan terus memastikan warganya sejahtera.

Pria berambut putih keemasan tersebut juga mengungkapkan akan menjaga orang tua mendapat tempat yang layak, dan anak-anak diberikan kebijakan asuransi hingga mereka berusia 26.

“Hal itu akan terjadi dan menjadi salah satu aset terkuat kita. Memang akan menambah biaya, namun itu akan sangat berarti banyak, jadinya kita harus mencoba dan menjaganya,” lanjut dia.

Trump akan dilantik pada Januari 2017 mendatang. Dia berhasil mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilu dengan perolehan suara mencapai 276 dan memegang hampir seluruh suara di negara kunci.

Berikan Komentarmu