Berbagai Upaya Jokowi Ingatkan Rakyat Tak Mudah Terpancing Konflik SARA

0
270

Aksi unjuk rasa terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sempat membuat ketar ketir para pemangku jabatan di negeri ini. Bagaimana tidak, jauh sebelum unjuk rasa yang dilakukan dari pelbagai organisasi agama itu digelar, Polri selaku aparat keamanan sudah membuat kuda-kuda.

Polri dalam hal ini Polda Metro Jaya sudah menyiapkan ribuan personel hingga rekayasa arus lalu lintas Ibu Kota. Bahkan, satuan Brimob dari beberapa daerah sengaja ‘diboyong’ ke Ibu Kota guna membantu pengamanan.

Tak hanya dari segi pengamanan, sejumlah tokoh politik pun ikut angkat bicara meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menindak tegas Ahok agar tak terjadi gejolak perlawanan di tengah massa yang sudah kadung tersulut emosi.

Unjuk rasa 4 November lalu pun berlangsung damai hingga waktu maghrib. Sayangnya, setelah itu, situasi menjadi mencekam. Massa yang tetap meminta bertemu Jokowi pun marah lantaran permintaannya tak dipenuhi.

Alhasil, kerusuhan terjadi di sejumlah daerah di Ibu Kota. Belum selesai sampai di situ. Buntut aksi demo 4 November, terjadi aksi saling lapor. Ada saja yang dilaporkan, mulai dari penghinaan terhadap Presiden Jokowi saat demo berlangsung hingga tudingan adanya provokator.

Jokowi pun tak tinggal diam. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini memilih langkah yang lebih bijak dalam menjawab pelbagai tudingan pasca bentrokan demo 4 November. Jokowi melakukan safari militer hingga menemui para alim ulama.

Berikan Komentarmu