Gelar Perkara Kasus Ahok, Komisi III DPR Sepakat Tidak Akan Hadir Besok!

0
207

Komisi III DPR telah sepakat untuk tidak hadir dalam gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki T Purnama ( Ahok). Rencananya, gelar perkara terbuka akan dilakukan di Gedung Rupatama Mabes Polri pukul 09.00 WIB, Selasa (15/11) besok.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kami, Komisi III sepakat tidak hadir untuk menjaga independensi Polri sebagai institusi sebagaimana diamanatkan undang-undang,” kata Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo melalui pesan tertulisnya.

Menurutnya, keikutsertaan anggota dewan dalam gelar perkara kasus Ahok justru akan menimbulkan gesekan politik. Oleh karena itu, pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan sesuai dengan porsi anggota dewan yang diatur dalam UU MD3.

“Kami menyadari, sebagai lembaga politik, DPR dalam hal ini tidak bisa lepas dari berbagai kepentingan partai politik yg ada di dalamnya. Sehingga kami berpandangan, pengawasan yang kami lakukan mengacu pada tata tertib dewan dan UU MD3,” jelasnya.

Politisi Golkar ini menilai, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berada dalam posisi yang dilematis. Pasalnya, Kapolri mendapat desakan yang besar dari publik untuk mengadili Ahok atas perkara yang menjeratnya.

“Kami juga menyadari posisi Kapolri yang sangat dilematis. Dan berharap Kapolri tetap berdiri tegak lurus pada upaya penegakan hukum berdasarkan UU yang berlaku tanpa gentar pada tekanan publik maupun tekanan pihak-pihak tertentu,” tegas Bamsoet.

Sebelumnya, Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara secara terbuka kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKIJakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa (15/11) besok. Gelar perkara terbuka bakal dilakukan di Gedung Rupatama Mabes Polri pukul 09.00 Wib.

“Besok akan dilakukan gelar perkara terbuka dengan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Bapak Basuki Tjahaja Purnama. Pelaksanaannya pukul 09.00 Wib Gedung Rupatama Mabes Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Gedung Humas Polri, Jakarta.

Boy mengatakan dalam gelar perkara itu, Bareskrim akan menghadirkan 20 saksi ahli. Selain itu, dari pihak Internal Polri semisal Propam, Irwasum, Biro Wasidik dan penyidik bakal hadir dalam gelar perkara tersebut.

“Kalau dari ekternal, Kompolnas, Ombudsman kemudian ada undangan untuk Komisi III DPR RI untuk menjadi pengawas. Jadi tidak ikut dinamika gelar perkaranya, lebih pengawas dalam melihat kegiatan,” ujarnya.

Diklaim mantan Kapolda Banten itu, formasi gelar perkara kasus penistaan agama itu berbeda dari sebelumnya. Di mana dari unsur pengawasan ekternal diperkuat untuk mengawasi jalannya gelar perkara kasus tersebut.

“Gambarannya seperti ini, pertama pembukaan oleh pimpinan gelar. Pimpinan gelar ini adalah Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono,” jelas dia.

Berikan Komentarmu