Jimly : Ada Upaya Adu Domba Umat Islam Buat Jatuhkan Jokowi

0
210

Berhembus kabar bakal ada aksi susulan pada 25 November nanti terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Untuk diketahui, aksi damaia terkait hal tersebut berlangsun gpada 4 November lalu.

Terkait kabar tersebut, pakar Hukum Tata Negara Prof Jimly Asshiddiqie menilai aksi susulan 25 November terselip agenda menjatuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tak lagi menyangkut perkataan Basuki alias Ahok soal penistaan agama.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini memang tidak melarang masyarakat melakukan aksi unjuk rasa, karena demonstrasi merupakan hak warga negara di era demokrasi seperti sekarang ini. Namun, jumlah massa jangan sebesar seperti aksi 4 November 2016.

“Kalau pun tetap mau demo, sebaiknya jangan lebih besar dari yang lalu agar tidak dicurigai punya agenda untuk menjatuhkan presiden yang sah,” ujar Jimly.

Jimly menegaskan dirinya tak ikhlas jika umat Islam sudah dimanfaatkan untuk agenda terselubung terhadap Jokowi. “Saya sebagai Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) tidak rela jika unat Islam terjebak dalam adu domba untuk tujuan yang tidak konstitusional. Saya menganjurkan jangan lagi ada demo, sebab tujuannya berpotensi menyimpang dari motivasinya yang semula,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretariat Bersama Aktivis untuk Indonesia menggelar acara “Malam Keprihatinan Anak Negeri” di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Acara tersebut bertajuk “Selamatkan Demokrasi Lawan Tirani”.

Acara itu diikuti oleh beberapa lapisan aktivis yakni mahasiswa, aktivis 98, aktivis 78/79, eksponen 66, aktivis sosial, aktivis pergerakan, aktivis buruh, dan aktivis lingkungan.

Mantan aktivis Reformasi 1998, Sri Bintang Pamungkas mengaku tidak percaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Polri mengusut kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara transparan.

Menurut dia, hal ini dilakukan Presiden Jokowi hanya sebatas sandiwara semata sehingga memang harus dilawan.

Berikan Komentarmu