Roy Suryo: Gara-Gara Ahok, Jokowi Jadi Repot

0
210

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan akan kembali melanjutkan safari politik ke seluruh partai politik. Waketum Partai Demokrat Roy Suryo mengapresiasi langkah politik Jokowi itu.

Namun, dia menilai safari politik Jokowi terkesan dipaksakan. “Ya baik-baik saja kalau dilakukan seorang Presiden, tetapi waktunya sekarang agak dipaksakan. Selama ini kita lihat beliau sudah nyaman dengan posisinya didukung KIH dan sebagian KMP. Jadi kok tiba-tiba ada sesuatu yang memaksa,” kata Roy.

Roy mengaku prihatin dengan Jokowi. Sebab, imbas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama, Jokowi harus bersafari ke sejumlah ormas, TNI-Polri hingga partai politik.

“Di balik itu saya mengajak masyarakat berpikir panjang sebab utamanya apa? Saya lihat kasihan Pak Jokowi akibat satu orang, kita semua tahu siapa, dan itu belum terselesaikan. Besok itu baru gelar perkara,” terangnya.

“Statemen terakhir dari Kadivhumas Polri Boy Rafli, mengatakan hasilnya bisa Rabu, bisa Kamis. Dari situ tampak di sisi lain yang membuat masalah satu orang, tapi yang repot Presiden RI, ini yang terbaca oleh masyarakat,” sambung Roy.

Mantan Menpora ini menilai Jokowi tidak perlu repot-repot melakukan safari hanya karena kasus Ahok. Apalagi, katanya, Jokowi telah menegaskan tidak akan mengintervensi kasus hukum Ahok. Sehingga, menurut Roy, peran Jokowi atas kasus Ahok sudah selesai.

“Jadi kalau presiden berkali-kali menyampaikan kepada rakyat, bahwa saya tidak intervensi, saya tidak melindungi, tetapi sikap politik ini yang justru malah dibaca masyarakat agak berbeda. Kalau dia katakan tidak melindungi, sekali saja di istana, selesai. Tidak perlu keliling mulai dari ormas Islam,” klaimnya.

Keinginan publik, katanya, sudah jelas yakni ingin agar Ahok diadili secara profesional dan transparan. “Saya kira keinginan rakyat sudah clear bahwa selesaikan dulu persoalan orang satu ini. Kalau diselesaikan secara proporsional,” jelas dia.

Menurutnya, Jokowi memiliki tugas dan peran yang lebih besar ketimbang mengurusi masalah Ahok dengan melakukan safari politik.

“Saya kasihan lho melihat presiden, hari-harinya isinya cuma keliling kayak gini. padahal yang namanya presiden RI yang dipilih rakyat, tugasnya sangat besar. Bukan hanya ini. Ini tugasnya malah ribet sendiri,” klaimnya.

Dia mencontohkan, seharusnya Jokowi memikirkan sikap dan langkah antisipasi perubahan peta sosial dan politik pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS). Pasalnya, kemenangan Trump tentu akan membawa dinamika politik dan ekonomi yang besar bagi dunia internasional.

“Harusnya berpikir ke depan, dan berpikir lebih global demi membawa Indonesia pasca perubahan peta sosial politik dunia yang mau enggak mau akan hadapi pasca Trump benar-benar menjadi Presiden,” pungkasnya.

Berikan Komentarmu