Ini Tanggapan Kubu Agus Yuhoyono Soal Sindirian Ahok Ke SBY

0
264

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama ( Ahok) menyindir ‘lebaran kuda’ milik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ahok yang jadi tersangka dalam kasus penistaan agama menilai, harusnya kalimat lebaran kuda juga masuk ke dalam kategori penistaan.

Terkait hal itu, Kubu Calon Gubernur DKI nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono tak mau menanggapi tentang sindiran Ahok kepada SBY. Jubir tim pemenangan Agus-Sylvi, Rachland Nashidik menyatakan, dirinya lebih baik fokus kepada pemenangan.

“Saya tidak berada di posisi untuk memberikan komentar soal pernyataan Pak Ahok apalagi soal lebaran dan segala macam itu,” kata Rachland di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Menurutnya, ia bersama dengan tim saat ini hanya fokus pada kunjungan yang dilakukan oleh Agus-Sylvi ke sejumlah wilayah di Ibukota. “Kita fokus ke masalah kunjungan mas Agus,” tambahnya.

Dirinya juga mengaku, jika Agus-Sylvi dan semua tim pemenangan tidak terpengaruh terkait isu-isu politik yang terjadi saat ini.

“Tidak terpengaruh dengan segala macam pada tingkat politik yang sekarang terjadi,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah ada larangan untuk mengomentari soal penetapan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama, Rachland mengatakan, dirinya sudah menginstruksikan untuk tidak memberikan komentar soal penetapan Ahok sebagai tersangka.

“Memang ada anjuran yang saya keluarkan yang menyatakan bahwa DPP Demokrat, tim Agus-Sylvi tidak boleh mengeluarkan pernyataan apapun apalagi yang mengejek tentang penetapan Pak Ahok sebagai tersangka,” tutup Rachland.

Sebelumnya diberitakan, ucapan Presiden keenam soal lebaran kuda menyinggung Ahok. Pernyataan tersebut disampaikan Ahok saat dirinya tengah memberikan tanggapan terhadap keluhan warga.

Warga bernama Erna menyampaikan keinginannya agar Pemprov DKI Jakarta segera menyediakan pelayanan kesehatan tersebut. Mantan bupati Belitung Timur itu menerangkan, awalnya berniat membangun Rumah Sakit Sumber Waras, namun belum terealisasi karena ada yang mempermasalahkan.

“Yang pasti bukan lebaran kuda ya,” katanya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian, mantan politisi Gerindra ini mempertanyakan, kenapa ada pihak yang menyebut lebaran kuda tapi tak diproses hukum. “Itu lebaran Islam, apa itu tidak menghina agama? Masa lebaran, disebut lebaran kuda. Kalau Ahok yang ngomong, langsung demo lagi,” imbuh Ahok.

Puluhan pendukung memenuhi Rumah Lembang tertawa mendengar pernyataan tersebut. Tapi, Ahok langsung mengklarifikasi bahwa istilah lebaran kuda bukan datang darinya.

“Aku tidak pernah ngomong lebaran kuda ya, yang ngomong ‘pak prihatin’, bukan saya ngomong ya. Ini saya dapat dari yang suka ngomong, ‘saya prihatin’,” sindir Ahok disambut tawa.

Berikan Komentarmu