Semua Ketum Partai Pendukung Ahok Turun Tangan Usai Ahok Ditetapkan Sebagai Tersangka

0
204

Bareskrim Polri secara resmi menetapkan Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Ahok dijerat dengan Pasal 156 a KUHP Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Kabar tersebut langsung terdengar dan sampai ke telinga ketua umum partai politik pendukung calon petahana Pilkada DKI Jakarta itu. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto langsung turun tangan, mengambil langkah taktis menyikapi kasus yang menjerat Ahok. Termasuk mengevaluasi dan menyusun strategi anyar agar jagoan mereka tetap bisa merebut hati rakyat meski tersangkut kasus hukum.

Sesaat setelah Ahok ditetapkan tersangka, semua partai pengusung dan pendukungnya kompak mengeluarkan pernyataan kesetiaan berada di belakang Ahok. Mereka satu suara tidak akan mundur sedikitpun dan tetap mendukungnya.

Setelah itu, satu per satu ketua umum parpol pendukung Ahok mulai bergerak. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto langsung menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan antara Setya Novanto dengan Presiden Joko Widodo tak ada dalam agenda resmi Presiden. Usai bertemu Presiden, Setya Novanto tak membantah dalam pertemuannya itu salah satunya membahas Ahok yang telah menyandang status tersangka kasus penistaan agama.

Setya Novanto kembali mengutarakan bahwa Presiden Jokowi tak ikut campur dalam kasus yang menjerat Ahok. Dia mengatakan, Jokowi telah meminta kepolisian untuk bersikap profesional dan transparan.

“Pak Jokowi itu saya rasa tepat, dia selalu konsisten dan tidak ada intervensi apapun. Beliau sudah sampaikan secara jelas kepada saya, bahwa tidak pernah ikut campur terhadap saudara Ahok dan itu adalah urusan partai,” kata Novanto di Kompleks Istana Kepresidenan.

Di markas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumpulkan struktur DPD, terutama daerah yang menggelar Pilkada. Megawati mempersilakan para anggota DPD bertukar gagasan, lalu di bagian akhir diputuskan gerak dan strategi pemenangan.

Usai rapat internal, Mega menyampaikan pokok pembahasan dan sikapnya terkait kasus Ahok. Mega mengingatkan semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak mendesak penegak hukum.

“Terkait dengan penetapan tersangka terhadap Basuki atau terkenal dengan sebutan Pal Ahok, PDIP menjadikan itu peristiwa tersebut sebagai pembelajaran. Negara Republik Indonesia adalah negara hukum memiliki azas praduga tak bersalah, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum,” tegas Mega.

Karena itu Mega meminta kader PDIP menahan diri pasca penetapan tersangka terhadap Ahok. Ini penting untuk menciptakan situasi damai di seluruh wilayah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak nanti. Tidak hanya itu, Mega Mega juga meminta kadernya ‘melindungi’ pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di tengah isu adanya upaya makar. Putri Bung Karno ini meminta kadernya mendukung upaya pemerintah Jokowi-JK menurunkan suhu politik dalam negeri.

“Pemerintah harus kokoh berdiri. Mari kita secara bersama beri dukungan penuh kepada Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla untuk bekerja semaksimal mungkin dan mewujudkan kedamaian,” ucapnya.

Ketua umum Partai NasDem Surya Paloh tak mau kalah. Siang hari dia bertandang ke markas Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat. Dia disambut langsung Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham. Selama hampir dua jam menggelar rapat, Partai Golkar dengan Partai NasDem menyepakati lima poin dukungan untuk pasangan Ahok- Djarot. Salah satunya sepakat berjuang sebagai pendukung Ahok-Djarot dan perlu meningkatkan perjuangan dalam rangka memenangkan Pilkada DKI 2017.

“Kita tetap mengawal pasangan Ahok menang di Pilkada DKI ini,” ujar Ketua Umum partai NasDem Surya Paloh di DPP Golkar.

Kedua ketum parpol ini juga sama-sama berharap yang terbaik untuk kasus Ahok. “Kita berharap pada apa yang terbaik. Tentu kita tidak mulai dengan datang memberikan harapan memprediksi apa yang terjelek semata-mata, tapi penuh harapan bawa harapan, perencanaan ini berjalan dengan baik. Mudah-mudahan itu tidak terjadi (Ahok terpidana),” kata Surya Paloh di Gedung DPP Golkar.

Terkait strategi pemenangan, tim sukses Ahok- Djarot dipastikan bakal bekerja lebih keras. Namun Surya Paloh enggan menyampaikan strategi tersebut. “Mungkin barangkali tim sukses yang akan menjelaskan kepada saudara-saudara karena itu menyangkut strategi dan teknis,” ujar Surya Paloh.

Terkait status tersangka yang disandang Ahok, keduanya menyerahkan sepenuhnya kepada Polri dan Pengadilan. Mereka juga meminta masyarakat ikut mengawal proses hukum tetap transparan dan terbuka.

“Kita mengawal, apapun kita minta kepada seluruh masyarakat, ulama, untuk mengawal proses hukum yang dilakukan secara transparan,” kata Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

Berikan Komentarmu