Djarot Sebut Dirinya Tak Percaya Dengan Survei LSI Dan Lembaga Lain

0
240

Usai ditetapkan tersangka dugaan penistaan agama oleh Bareskrim Polri, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir data yang menggambarkan tergerusnya elektabilitas pasangan cagub dan cawagub DKI no urut dua, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Syaiful Hidayat. Berdasarkan data yang dimiliki LSI, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, elektabilitas Ahok berada di 24,6 persen. Sedangkan setelah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, elektabilitas Ahok anjlok hingga berada di angka 10,6 persen.

Kasus yang menjerat Ahok justru berdampak positif bagi rival Ahok. Elektabilitas pasangan Anies-Sandi saat ini memimpin dengan 31,90 persen. Disusul Agus-Sylvi 30,90 persen. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 26,60 persen masuk dalam kategori swing voters atau belum menentukan pilihan.

Calon wakil gubernur DKI nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat menutup mata dengan hasil survei LSI. “Saya dengan survei LSI itu, 99 persen itu tidak percaya,” ujar Djarot di Hotel Dafam, Jakarta Timur.

Pasangan petahana ini akan terus bekerja keras untuk memenangkan Pilgub DKI sekaligus membuktikan bahwa hasil survei LSI dan lembaga lainnya salah.

“Karena saya tidak percaya sama LSI, maka kami akan kerja keras untuk buktikan. (Lembaga survei lain), sama saya juga tidak percaya,” ucap politikus PDIP ini.

Dia meyakini warga DKI Jakarta cukup cerdas dalam memilih pemimpinnya. Tidak hanya melihat hasil yang dilansir lembaga survei. Djarot mengaku lebih percaya kerja keras daripada hasil survei.

“Saya percaya kalau kita krja keras. Rakyat Jakarta juga cerdas bisa memilih dengan hati nuraninya. Saya bukannya tidak percaya, tapi saya lebih percaya dengan kerja keras,” ucapnya.

Berikan Komentarmu