Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengkritik dan menyindir media massa terkait pemberitaan proses hukum calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal ini disampaikan oleh Megawati dalam jumpa pers rapat konsolidasi DPD PDI se-Indonesia pasca-penetapan Ahok sebagai tersangka, di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta.

Kritik, celotehan dan kritikan dari Megawati terkait media massa juga membuat tertawa pengurus dan wartawan yang hadir.

Mulanya Megawati menegaskan, partainya menghormati proses hukum yang dilakukan kepolisian terhadap Ahok. Ia berharap semua pihak juga melakukan hal yang sama mengingat Indonesia adalah negara hukum.

Saat sesi tanya jawab, seorang reporter yang memperkenalkan diri dari iNews Tv, MNC Media. Ia menanyakan Megawati tentang rincian hasil rapat konsolidasi DPD PDI Perjuangan se-Indonesia dan maksud adanya instruksi siaga kepada para kader partai pasca-Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

Megawati menjawab, materi inti dan rincian hasil rapat internal partainya adalah bagian dari rahasia partai sehingga tidak bisa dipublikasikan ke media massa. Ia membantah pernah menyatakan menginstruksikan kadernya untuk bersiaga dalam pernyataan jumpa pers. Sebab, dalam jumpa pers, ia hanya meminta para kadernya di seluruh Indonesia untuk tetap tenang, menjaga diri dan ikut serta menciptakan siatuasi damai di wilayah yang melaksanakan pilkada.

Megawati menyatakan, belakangan mengamati adanya upaya provokasi untuk terjadinya kekerasan dari sebagian media massa lewat pemberitaan terkait proses hukum Ahok. Padahal, sejarah konflik di Indonesia sudah sangat membuktikan kekerasan hanya menimbulkan kerugian untuk semua pihak, termasuk korban jiwa.

Beberapa pengurus PDI Perjuangan yang hadir terdiam dan sesekali dan manggut-manggut mendengar jawaban lugas sekaligus sindiran untuk media yang dilontarkan oleh putri Presiden Soekarno tersebut.

Namun, gelak tawa mulai muncul ketika Megawati mendapatkan pertanyaan dari wartawan selanjutnya.

Si penanya mengaku dari portal berita CNN Indonesia. Megawati menimpali perkenalan diri wartawan tersebut dengan menyatakan kaitan media tersebut dengan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

Timpalan Megawati ini mengundang gelak tawa para pengurus PDI Perjuangan dan awak media yang hadir melakukan peliputan.

Selanjutnya, wartawan dari portal berita tersebut mengajukan pertanyaan. Namun, wajah Megawati terlihat datar. Sebab, ia kembali ditanyakan tentang rincian atau materi inti rapat konsolidasi partai yang dipimpinnya hari itu, yakni tentang strategi pemenangan Ahok-Djarot pasca-Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

Penanya terakhir memperkenalkan diri sebagai reporter dari Tvone. Ia menanyakan, apakah Megawati telah melakukan komunikasi politik dengan pimpinan tiga parpol pengusung lainnya pasca-Ahok berstatus tersangka. Reporter itu juga menanyakan soliditas empat parpol pengusung cagub/cawagub Ahok Djarot saat ini. Sebab, dia mengaku mendengar kabar ada parpol yang mengevaluasi hingga menarik dukungan dari Ahok setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Lagi, jawaban Megawati atas pertanyaan dari reporter stasiun televisi tersebut mengundang gelak tawa para pengurus PDI Perjuangan dan awak media yang datang melakukan peliputan.

Berikan Komentarmu