Ahok Disarankan Tiru Gaya Bicara Jokowi

0
235

Calon petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disarankan memperbaiki gaya komunikasi menyusul survei yang menunjukkan elektabilitasnya menurun.

Direktur Pusat Studi Sosial Politik Indonesia Ubesilah Badrun, mengatakan salah satu cara untuk meraih kembali suara masyarakat adalah dengan meniru gaya Presiden Joko Widodo ketika dulu memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2012.

Dia menilai Jokowi diterima masyarakat karena dipandang sebagai sosok yang santun dan sederhana. Kepribadian yang mendapat simpati masyarakat itu dilengkapi dengan program-program yang dinilai bisa memperbaiki Jakarta.

Gaya komunikasi Jokowi itu dinilai lebih baik ketimbang cara tutur Ahok yang blak-blakan. Ahok yang kala itu mendampingi Jokowi sebagai wakil Gubernur pun bisa turut diterima masyarakat.

“Keberhasilan Jokowi 2012 patut dipelajari Ahok karena dengan cara itu dia memenangkan kontestasi 2012,” ujar Ubedilah dalam diskusi soal Ahok di Jakarta.

Ubedilah menilai elektabilitas Ahok masih bisa kembali meningkat jika gaya komunikasinya diperbaiki. “Ahok harus sadar apa yang dikatakannya bagian konsumsi publik,” ujarnya.

Terlebih, kata Ubedilah, kini informasi bisa cepat menyebar lewat media digital. Kasus penistaan agama yang menjerat Ahok pun adalah dampak dari penyebaran informasi dari media sosial.

Dengan meluasnya informasi secara viral, Ahok dilaporkan ke polisi dan kini berstatus sebagai tersangka. Ubedilah mengatakan menurunnya elektabilitas sang petahana juga adalah buntut dari kasus ini.

“Ketika Ahok tidak bisa kendalikan kalimatnya dengan baik, akan bergeser tidak hanya elektabilitasnya, tapi bisa persepsi lain yang mengarah ke rasial, etnisitas, dan lain-lain,” kata Ubedilah.

Menanggapi hal tersebut, tim sukses dan relawan Ahok mengaku sudah sering mengingatkan calon yang diusungnya untuk memperbaiki pola tutur.

“Tentunya kita belajar dari kasus kemarin. Kami sampaikan ke Pak Ahok harus lebih hati-hati,” ujar anggota relawan Ahok, Ivan Hoe Semen.

Ivan menyakini Ahok tidak pernah bermaksud menyinggung orang lain melalui ucapannya. Hanya saja, Ahok belum bisa menyesuaikan tuturnya dengan konteks.

“Terkadang maksud kita baik tapi pada momen yang tidak tepat, mungkin memunculkan persepsi yang tidak sama,” kata Ivan.

Iavan mengatakan gaya bicara Ahok sekarang sudah sedikit lebih santai. Selain karena masukan dari pihaknya, Ahok juga lebih berhati-hati setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi mengumumkan Ahok sebagai tersangka setelah sebelumnya menggelar perkara secara terbuka untuk pihak terlapor, pelapor dan pengawas.

Penyelidik memutuskan penetapan tersangka meski tidak dengan suara bulat. Alasannya, ada perbedaan tajam di antara saksi ahli serta kalangan penyelidik yang membuat perkara lebih baik diselesaikan di peradilan terbuka.

Berikan Komentarmu