Jokowi Dihimbau Bisa Pisahkan Mana Kawan Mana Lawan

0
234

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai melupakan keadaan politik di dalam negeri, karena fokus pada pembangunan yang dilakukannya.

Pengamat politik dari Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan, Jokowi harus belajar dari aksi demo pada 4 November 2016. Di mana dirinya harus bisa memisahkan mana yang menjadi rekan politiknya.

“Peristiwa 411 memberikan pelajaran kepada Presiden Jokowi, untuk lebih memisahkan siapa kawan dan lawan. Jangan Jangan yang berada di pihaknya saat ini hanya orang orang yang ingin memanfaatkan kekuasaannya,” kata Ray di Jakarta.

Oleh karenanya, kat dia, ada dua hal penting yang harus dilakukan oleh Jokowi, yaitu mengenal kawan dan lawan serta melakukan konsolidasi politik.

Jokowi sendiri, lanjut Ray, telah melakukan konsolidasi politik. Kini, dirinya tinggal memisahkan mana yang menjadi kawan dan lawan di dalam politiknya.

“Mengingat keberadaan koalisi partainya saat ini tidak begitu mendukung di berbagai aspek. Seperti peristiwa 411 tidak satu pun dari partai pendukung bernuansa Islam yang bergerak membantu presiden. Ini menjadi bahan pertimbangan bagi presiden,” pungkasnya.

Berikan Komentarmu