‘Jokowi Tak Intervensi, Setnov Jadi Ketua DPR Murni Urusan Golkar’

0
269

Koordinator Bidang Pembangunan Daerah DPP Partai Golkar Zainudin Amali membantah adanya campur tangan Presiden Joko Widodo maupun pihak lain soal rencana pergantian jabatan Ketua DPR dari Ade Komaruddin ke Setya Novanto. Dia memastikan pergantian murni merupakan urusan internal partai berlambang beringin itu.

“Saya meyakinkan dan memastikan sama sekali tidak ada campur tangan. Apalagi intervensi dari pihak manapun. Jadi ini murni menjadi urusan di internal Golkar,” kata Zainudin Amali, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Amali menegaskan hal itu juga sudah ditegaskan langsung oleh Presiden Joko Widodo pagi tadi. “Dan tadi Presiden sudah menegaskan, itu jadi urusan di Golkar dan di DPR sehingga sekali lagi, saya menyampaikan tidak ada intervensi dan campur tangan dari pihak manapun juga,” ujarnya.

Selain itu, anggota Komisi I DPR ini berharap tak ada kegaduhan yang berarti akibat pergantian posisi Ketua DPR. Sebab, pergantian hanya merupakan hal biasa yang terjadi di dalam suatu internal partai politik.

“Saya kira itu kan urusan internal partai dan tidak ada tekanan dari pihak manapun. Kami berharap itu tidak menimbulkan dampak apapun,” tukasnya.

Politikus Muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengkritisi niatan pergantian tersebut. Dia menilai ada pengaruh kekuatan besar di luar partai Golkar yang menginginkan agar posisi Ketua DPR kembali dijabat oleh Setya Novanto.

“Langkah-langkah politik yang diambil lebih pada berorientasi pribadi, kelompok, dan konspiratif. Keputusan dan cara pengambilan keputusannya selalu kontroversial, mengedepankan kepentingan jangka pendek, serta menimbulkan spekulasi adanya pengaruh kekuatan dan kepentingan di luar partai bahkan di luar kepentingan negara,” kata Doli melalui pesan singkat, Selasa.

Doli mengingatkan ketika mencuat skandal ‘Papa Minta Saham’, Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Sehingga, dia merasa heran, orang yang sudah mundur ingin kembali menjabat.

Tak hanya itu, Doli menilai tak ada kesalahan yang dibuat oleh Ade Komarudin selama menjabat sebagai orang nomor satu di parlemen. Dia bahkan, menduga ada campur tangan dari Presiden Jokowi ihwal pergantian posisi Ketua DPR tersebut.

“Pertama perlu diingat bahwa Novanto bukan diberhentikan tetapi mengundurkan. Kedua, apa kesalahan Akom sehingga harus diganti. Ketiga, saya dapat info bahwa pergantian ini juga atas petunjuk Jokowi. Kalau memang info itu benar, artinya Golkar sudah menjadi alat kepentingan Jokowi,” ujarnya.

Berikan Komentarmu