Buni Yani Datangi Polda Metro Untuk Panggilan Pertama Sebagai Terlapor

0
244

Buni Yani, pengunggah video dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama, mendatangi Mapolda Metro Jaya terkait pemeriksaan perdana sebagai terlapor.

“Kami datang dalam panggilan pertama pak Buni sebagai terlapor ya,” ujar penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahardian, kepada wartawan.

Penasihat hukum telah menyiapkan sejumlah bukti agar kliennya terlepas dari tuduhan itu, dimana bukti yang sudah dibawa seperti video dan screenshoot untuk membuktikan kliennya bukan orang mengunggah video pertama tersebut.

“Sudah ya, kami menyiapkan banyak bukti seperti video dan screenshoot. Bukti kalau sebelum pak Buni banyak sekali akun media sosial yang mengunggah video berdurasi 30 detik itu sebelum pak Buni,” tutur Aldwin.

Dia meyakini, sejumlah bukti yang dibawa sudah bisa melepas kliennya dari tuduhan penggunggah video ucapan kontroversial Mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

“Bukti yang dibawa, menurut kami sudah kuat, sehingga sehingga kami akan meminta pak Buni statusnya tidak dinaikkan sebagai tersangka dan proses hukum tidak ditingkatkan ke penyidikan,” tambahnya.

Buni Yani, pengunggah video dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif,
Basuki Tjahaja Purnama, diperiksa penyidik Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Dia akan dimintai keterangan terkait laporan yang dibuat oleh Komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja). Pemeriksaan untuk Buni Yani hari ini merupakan pemeriksaan pertama sebagai terlapor.

Buni Yani dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh relawan pendukung Ahok, Kotak Adja dengan pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana enam tahun.

Pasal ini mengatur mengenai penyebaran informasi yang menimbulkan rasa kebencian atas permusuhan suku, agama, ras, dan antargolongan. Ada kata “pakai” yang hilang dalam postingan Buni Yani.

Berikan Komentarmu