Ini Alasan Kenapa Pasangan Yang Jarang Umbar Kemesraan Disosmed Lebih Happy

0
301

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 mengindikasikan kalau mengunggah bukti kemesraan di jejaring sosial merupakan bukti atas kepuasan terhadap hubungan. Namun penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 justru membuktikan sebaliknya. Penelitian yang dipublikasikan di Social Psychology Bulletin itu mengindikasikan kalau para responden penelitian cenderung memperbarui status, foto, atau pos yang berkaitan dengan pasangan saat merasa galau dengan hubungan yang tengah dijalani.

Lalu apa yang membuat pasangan-pasangan anti PDA (Public Display of Affection) ini lebih bahagia? Berikut ini beberapa alasannya.

Lebih fokus terhadap satu sama lain

Tidak keranjingan update status atau posting foto setiap waktu membuat pasangan memiliki lebih banyak waktu untuk fokus terhadap pasangan. Pasangan seperti ini cenderung lebih menikmati momen kebersamaan daripada mereka yang kelewat sibuk pamer kemesraan di jejaring sosial.

Tidak mencari validasi dari orang lain

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Social Psychology Bulletin pada tahun 2014 mengindikasikan kalau pamer bukti keharmonisan di jejaring sosial justru menandakan para pelakunya sedang berada dalam situasi sebaliknya. Karena merasa tidak puas dengan pasangan atau hubungan, akhirnya mereka berusaha untuk menciptakan ilusi hubungan yang sempurna di mata publik. Tentu saja, ratusan like dan komentar positif bernada iri tak akan mengubah apapun yang harus diperbaiki di dunia nyata.

Melindungi privasi dari campur tangan pihak luar

The less people know, the better. Kadang ungkapan ini memang ada benarnya. Semakin sedikit orang yang tahu ‘isi dapur’ kamu dan pasangan, semakin sedikit pula pengaruh eksternal yang kalian dapat. Dengan cara ini, kalian bisa mengatasi masalah dan mengembangkan relasi secara mandiri, tanpa campur tangan pihak luar.

Tidak terpengaruh tekanan sosial di dunia maya

Semakin sering kamu mengunggah aktivitas di dunia maya, semakin besar pula ketergantunganmu untuk ‘berbagi’ dengan khalayak ramai. Pada akhirnya, kebiasaan ini membuatmu tergerus tekanan sosial. Entah itu tekanan sosial untuk selalu terlihat sempurna di depan publik atau tekanan untuk membiarkan orang luar mengomentari kehidupan pribadimu.

Itulah beberapa kemungkinan alasan pasangan yang sekretif terhadap hubungan merekacenderung lebih bahagia. Tetapi perlu diingat, pada dasarnya hanya pasangan itu sendiri yang bisa menilai apakah hubungan mereka benar-benar bahagia, sehat, atau justru destruktif.

Berikan Komentarmu