Pengacara : Kenapa Harus Buni Yani Yang Ditetapkan Sebagai Tersangka?

0
268

Upaya penyidik Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka Buni Yani alias BY dinilai diskriminatif.

Penasihat Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengatakan kliennya tak melakukan apa yang disangkakan penyidik mengenai upaya pencemaran nama baik dan penghasutan terkait SARA.

Selama diperiksa sebagai saksi terlapor pada Rabu kemarin, penyidik sudah menyampaikan bukti-bukti bukan Buni Yani orang pertama yang mengunggah video Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama berbicara dihadapan warga di Kepulauan Seribu pada beberapa waktu lalu.

“Buni ini sebetulnya tidak melakukan apa yang dituduhkan. Padahal kami sudah sampaikan bukti-bukti bukan dia yang pertama kali mengupload. Kenapa pak Buni Yani harus ditangkap. Padahal dia kooperatif menurut saya ini diskriminatif,” ujar Aldwin, kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya.

Pria berprofesi sebagai dosen itu mengunggah video ke laman media sosial Facebook, pada 6 Oktober 2016. Namun, sebelum itu, kata Aldwin, sudah banyak akun-akun media sosial yang lain mengunggah video Ahok.

“Mengapa tanggal 6 Oktober Mengupload ulang video berdurasi 30 detik yang diambil dari akun media NKRI. Sebelum itu banyak akun yang tanggal 5 lebih keras lebih provokatif. Tanggal 5 banyak yang kemudian mengcaption juga lebih keras kenapa harus Buni Yani. Lebih dari 5 akun,” kata dia.

Buni Yani alias BY, pengunggah video dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya mempermasalahkan upaya BY menuliskan kalimat di media sosial Facebook pada 6 Oktober 2016.

Untuk video yang diunggah, video rekaman itu asli ucapan Ahok saat berbicara dihadapan masyarakat di Kepulauan Seribu, pada beberapa waktu lalu.

Namun, video ini telah dilakukan proses editing. Penyidik sudah mengklarifikasi kepada saksi-saksi, diketahui BY yang menulis di FB tersebut.

Di Facebook itu tertulis.

PENISTAAN TERHADAP AGAMA?

“Bapak-Ibu (pemilih muslim).. Dibohongi Surat Almaidah 51 (masuk neraka) juga bapak ibu. Dibodohi”

Kelihatannya akan terjadi suatu yang kurang baik dengan video ini”.

Berikan Komentarmu