Ahok Ditemani Sophia Latjuba Saat Terima Aduan Warga Di Rumah Lembang

0
266

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) kembali menerima pengaduan dari warga di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Namun, ada pemandangan berbeda saat warga mengadukan keluhannya kepada Ahok, hari ini.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, nampak Juru Bicara Tim Pemenangan Sophia Latjuba, mendampingi mantan Bupati Belitung Timur itu, menerima pengaduan warga. Saat menemani Ahok, Sophia Latjuba terlihat mengenakan kaos putih, dengan luaran kemeja kotak-kotak merah. Ia datang sekira pukul 08.45 WIB. Saat menerima pengaduan warga, dia duduk di sebelah Ahok.

Sophia mengatakan, bukan pertama kalinya dia mendampingi Ahok. Sebelumnya, dia mendampingi Ahok ke rumah susun dan menerima keluhan warga di Balai Kota.

“Saya senang ini mendengarkan aspirasi warga Jakarta diteruskan. Karena itu yang paling penting. Mendengar apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan warga Jakarta,” kata Sophia dalam sambutannya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, ada salah satu warga yang mengaku penasaran dan ingin menanyakannya langsung kepada Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama yang menyeretnya hingga menjadi tersangka. Warga yang penasaran itu adalah Dewi Kencana.

“Pak Bapak kan sudah tersangka yak pak. Terus kok kalau turun (blusukan dan kampanye) banyak banget yak yang menghadang,” kata Dewi di Rumah Pemenangan Lembang.

“Iya sudah tersangka. Nggak (selalu ditolak) juga,” jawab Ahok.

Dewi mengusulkan kepada mantan politisi Gerindra itu untuk menugaskan relawan-relawannya mengawal saat melakukan kampanye. Tujuannya melindungi pasangan petahana dari penghadangan sejumlah oknum masyarakat.

“Terus bapak kan banyak relawan, di grup WA saya aja ada 98 relawan. Harusnya relawan aja yang ikut turun,” tegasnya.

Namun, bapak tiga orang anak ini memiliki pandangan berbeda. Ahok tak mau ada konflik antara warga atau antar kelompok. Sehingga jika dihadang dia lebih memilih melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta dan ke polisi.

“Kita jujur saja, saya nggak mau ada konflik horizontal di antara kita. Saya kira kalau ada yang hadang lapor polisi saja,” terangnya.

Terlebih, lanjut Ahok, saat ini kepolisian telah menetapkan oknum warga yang menghadang kampanye Djarot di Kembangan Utara, Jakarta Barat menjadi tersangka. “Jadi yang hadang Pak Djarot mau dipidana. Ada aturanya. Kita kalau ada masalah lapor polisi dan Bawaslu. Yang penting ada buktinya foto dia. Relawan kalau benturan repot,” tutup Ahok.

Berikan Komentarmu