Ahok Minta Hubungi Nomor 112 Jika Ada Warga Dipersulit Rumah Sakit

0
215

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat mendapatkan pengaduan soal lamanya proses penanganan menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pengaduan tersebut disampaikan oleh Juwita yang merupakan warga Kalibata Timur, Jakarta Selatan.

Perempuan yang mengenakan hijab ini bercerita, pada November 2015 sempat mengalami pendarahan hebat. Namun bukannya mendapatkan penanganan cepat, dia terpaksa harus menunggu selama tiga hari karena menggunakan BPJS di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang.

“Saya sudah sempat diinfus. Saya harusnya kelas satu, tetapi di kelas tiga di bangsalnya. Begitu banyak tempat tidur 18-20. Setelah dapat sehari baru dipindahkan kelas satu. Kenapa harus ada tarik urat? Kedua kenapa enggak langsung ditangani,” katanya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Mendapatkan keluhan itu, Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengungkapkan, kini warga dapat melaporkan masalah serupa dengan menghubungi nomor 112. Jika sampai terjadi penolakan atau pihak rumah sakit memperumit administrasi maka laporkan saja, sebab mereka akan dipindahkan ke rumah sakit milik Pemprov DKI.

“Kalau ada masalah lapor kami (dengan hubungi) 112. Kalau lapor, saya akan kirim orang untuk urus. Di swasta yang menolak tindakan cepat, biar kami yang tangani,” tegasnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, permasalahan seperti Juwita sudah sering didapatkannya. Salah satu penyebabnya adalah banyak orang yang tidak memiliki jiwa melayani, terlebih untuk masalah kesehatan.

“Kita ini enggak ada budaya melayani orang, makanya kami butuh bapak ibu lapor supaya nanti kita pecat-pecatin. Jadi nanti kita cuma ada yang mau melayani saja,” tutup Ahok.

Berikan Komentarmu