Tiga Bulan Cuti, Ahok : Bonyok Saya

0
229

Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pusing, lantaran diharuskan cuti kampanye jelang Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017.

Sebagai petahana, pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat diwajibkan untuk cuti dari 28 Oktober 16 sampai 11 Februari 2017, sesuai Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Praktis, Ahok-Djarot tak menerima dana operasional gubernur.

Selama menjalani cuti satu bulan ini, ucap Ahok, dirinya makin banyak pengeluaran.

“3 bulan cuti bonyok saya (banyak pengeluaran). Ini saja saya sudah keluar Rp200 juta (operasional kampanye),” ujar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian, Ahok bercerita saat sebelum terjun di dunia politik.

Saat itu, Ahok masih menggeluti dunia usaha. Saat akan menjadi politikus, keluarganya banyak yang melarang lantaran dianggap lebih kaya menjadi pengusaha ketimbang birokrat.

“Banyak yang bilang saya bakal miskin kalau jadi birokrat. Tapi ternyata tidak toh, saya ternyata jauh lebih kaya saat jadi gubernur,” ucap Ahok.

Setelah mundur jadi pengusaha, dan memilih untuk menjadi seorang birokrat, Ahok mengaku tak mengeluarkan uang banyak.

Sebab, dari bensin, asuransi kendaran, dan makanan ditanggung oleh negara. Karenanya, Ahok masih bisa menabung.

“Dulu saya masih bisa nabung Rp1 miliar setahun. Tapi sekarang sudah enggak bisa lagi kayaknya. Pajak segala macam sudah tidak dapat,” ujar Ahok seraya tertawa.

Hal ini membuktikan tak selamanya perpindahan dari pengusaha dan birokrat bikin bangkrut.

Tapi, keadaan itu jelas berbeda dengan kondisi sekarang.

Sambil tertawa Ahok mulai kebingungan menjalankan kampanyenya tanpa disokong biaya operasional.

“Tapi saya enggak pernah khawatir rezeki datang dari mana saja kok. Yang pasti, menjadi gubernur membikin lebih kaya, bukan hanya materi, karena kita bisa kasih bantuan triliunan kepada anak sekolah,” kata Ahok.

Berikan Komentarmu