Akom Dipersilahkan Ajukan PK Jika Tak Puas Dengan Putusan MKD

0
246

Mantan Ketua DPR Ade Komarudin tengah memikirkan langkah yang diambil menyikapi putusan sanksi dari Mahkamah Kehormatan Dewan atas 2 kasus yang menjeratnya. Akom, sapaan dia, merasa perlu merehabilitasi nama baiknya karena dituduh melanggar kode etik dewan.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Sufmi Dasco Ahmad, mempersilakan Akom untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas sanksi yang diberikan. Dasco menyarankan Akom mempersiapkan semua berkas untuk melakukan peninjauan kembali.

“Jadi gini kalau di MKD itu kan apa pun sudah diputuskan itu juga kan ada beberapa kejadian sudah diputuskan itu kan diminta peninjauan kembali. PK itu ya sangat dimungkinkan kalau materinya terpenuhi,” kata Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pihaknya berjanji akan memproses permintaan peninjauan kembali yang diajukan Akom sesuai dengan hukum tata beracara di MKD.

“Lalu di MKD itu setiap perkara baik itu pelaporan maupun surat-surat mengenai PK itu pasti diproses sesuai tata beracara yang ada. Sehingga segala kemungkinan itu masih ada tergantung materinya nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, Akom mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar pengajian. Dia mengaku akan berdoa agar pihak-pihak yang menilainya melanggar etika dewan diberi pencerahan oleh Allah.

“Langkah awal, saya akan lakukan dengan teman-teman saya, saya dulu pesantren dan saya percaya allah tidak tidur ora sareh, saya akan lakukan pengajian mungkin agak lama butuh waktu sekian puluh hari untuk kita serahkan kepada Allah,” jelasnya.

“Katakan saja orang-orang yang melakukan ini diberikan pencerahan oleh allah. Kita doakan kekeliruannya, kegelapan dibukakan oleh Allah melalui pengajian yang saya lakukan,” sambung Akom.

Langkah selanjutnya, kata Akom, akan mengklarifikasi tuduhan yang disematkan kepadanya. Sebab, menurut dia, sanksi sedang berujung pencopotan dari jabatan Ketua DPR adalah sebuah kekeliruan.

“Langkah selanjutnya, saya pertimbangkan meluruskan sesuatu yang menurut saya keliru dan teman-teman sendiri tahu, di media saya baca, tidak usah saya jelaskan soal prosedur, materinya, teman-teman lebih tahu dan paham,” tandasnya.

Berikan Komentarmu