Soal Makar, DPR Pertanyakan Soal Penangkapan 10 Aktivis Yang Diduga Merencanakan Makar

0
301

Komisi III menggelar rapat kerja bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian hari ini. Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan ada sejumlah pertanyaan yang ingin diklarifikasi oleh DPR kepada Tito. Di antaranya, terkait penanganan demonstrasi 4 November.

Bambang menyebut, publik menilai Polri menggunakan cara-cara represif saat demonstrasi 4 November. Selain itu, pihaknya juga akan menanyakan soal penangkapan 10 aktivis yang diduga merencanakan makar sebelum demonstrasi 2 Desember.

“Pertama soal terkait dengan unjuk rasa tanggal 2 dan 4 yang sebelumnya tanggal 4 November. Jadi yang paling fokus adalah cara-cara Polri yang terkesan represif terutama terkait yang mengundang reaksi publik. Terutama penangkapan aktivis sebelum salat Jumat,” kata Bambang di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Demikian pula dengan dugaan makar 10 aktivis. Menurutnya, agenda penggulingan Presiden Joko Widodo oleh Rachmawati dkk baru sebatas wacana dan belum terealisasi.

“Ketika menangani adanya indikasi tindakan-tindakan dan juga penggulingan pemerintah karena menurut hemat kami apa yang dilakukan tokoh-tokoh hanya perkataan bukan perbuatan,” tegasnya.

“Ini juga menimbulkan pernyataan yang pasti bahan pertanyaan menimbulkan. Pertanyaan di Komisi III. Semoga ini tidak terulang lagi di peristiwa mendatang. Apalagi yang ditangkap adalah aki-aki dan nini-nini,” sambung Bambang.

Soal kericuhan demonstrasi 4 November, Bambang menilai, seharusnya Polri bisa menggunakan cara-cara yang lebih persuasif kepada pendemo.

“Masih banyak cara elegan yang tidak melanggar kesepakatan demokrasi yang saat ini menjadi pilihan kita. Jika memilih cara demokrasi jangan membatasi cara-cara berpendapat. Jadi kita ingin Polri lebih manusiawi dan lebih melindungi,” jelasnya

Berikan Komentarmu