Cerita Ahok Saat Dikasih Jam Tangan Miliaran Oleh PNS DKI

0
300

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama menceritakan dirinya pernah mendapatkan jam tangan mewah merk Richard Mille spesial edition di hadapan pendukungnya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. Dia mendapatkannya dari salah satu pegawai negeri sipil (PNS) saat belum cuti sebagai pemimpin Pemprov DKI.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menceritakan tentang tingginya pendapatan PNS DKI yang minimal perbulan membawa pulang uang Rp 13 juta, bahkan ada yang mencapai Rp 75 juta. Namun ternyata bagi mereka yang suka korupsi itu merupakan nilai yang kecil.

“Ibu bapak dengar Rp 75 juta bilang wah, tapi kalau buat mereka yang biasa nyolong gedung-gedung punya masalah, apartemen itu bisa malakin Rp 10-20 miliar, jadi kalau cuma Rp 75 juta sebulan kecil buat dia,” katanya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Terbukti saat salah satu PNS sangat ingin bertemu dengan mantan Bupati Belitung Timur ini. Padahal dalam beberapa kesempatan mereka sangat sering bersua. Karena tidak enak, akhirnya dia memenuhi permintaan tersebut untuk saling bertemu.

Begitu datang, mereka membawa kotak besar berwarna putih. Ahok mengaku bingung dengan apa yang mereka bawa. Akhirnya oknum tersebut menjelaskan, bahwa membawa jam tangan Richard Mille spesial edition.

“Saya kira boks apa ya? Ini tanda sayang kami kepada bapak. Saya bilang apa? RM. RM apa? Raden Mas saya pikir. Aku ini agak kampungan, enggak ngerti jam tangan sebetulnya. Enggak ngerti,” terangnya.

“Waktu itu dia buka, ini spesial edition loh pak. Saya cek ternyata bisa Rp 1,6 – Rp 1,8 miliar. Terus saya bilang, ini gratifikasi. Enggak ada yang tahu pak kalau simpan jam tangan, ini barang koleksi nanti pakainya pas keluar negeri saja, dan barang koleksi spesial ini makin lama makin tinggi,” tambah mantan politisi Gerindra dan Golkar ini.

Walaupun merasa takut dengan jam tangan dengan harga miliaran tersebut, Ahok tetap menerimanya. Namun dia langsung meminta stafnya untuk menyerahkan jam tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena masuk dalam gratifikasi.

“Kalau saya gak bawa pulang, pasti kasihan. Saya lapor KPK langsung cepat-cepat,” tutupnya.

Berikan Komentarmu