Soal Istana Mau Dibom, Jokowi: Kita Harus Perangi Terorisme!

0
233

Densus 88 menangkap sejumlah teroris yang berencana meledakkan Istana Negara. Polisi juga melakukan penggeledahan di Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (10/12).

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan itu merupakan suatu bukti bahwa aksi terorisme tak mengenal tempat. Dia mencontohkan, teroris saja pernah melancarkan aksinya di sejumlah rumah ibadah.

“Saya kira yang namanya teroris tidak melihat, masjid pernah, gereja pernah, hotel pernah, kedutaan pernah, jalan raya pernah, apapun,” kata Jokowi usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di GP Ansor, Jakarta.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepada aparat dan masyarakat untuk saling bahu membahu menangani aksi terorisme. “Pemerintah dan rakyat, Polri terutama kita harus bisa memerangi terorisme ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, tiga orang yang diamankan itu adalah Nur Solihin, Agus Supriyadi, dan seorang perempuan bernama Dian Yulia Novi. Nama terakhir ini diperkirakan menjadi eksekutor dalam aksi teror yang rencananya dilakukan Minggu (11/12) setelah diketahui dari sebuah paket ditemukan tim Densus 88 di kantor PT Pos berisi wasiat milik Dian. Sedangkan S ditangkap di Karanganyar, Jawa Tengah.

“Rencananya bom tersebut akan diledakkan di Istana Negara pada saat serah terima jaga Paspampres,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono dalam keterangannya kepada wartawan.

Sementara itu, Kapolresta Bekasi Kota Kombes Umar Fana menyebut, tiga terduga teroris itu diduga terkait jaringan Bahrun Naim, terduga pemimpin teror bom di Sarinah, Jakarta, beberapa waktu lalu. Polisi juga mengamankan sejumlah bahan peledak dalam penangkapan tiga terduga teroris tersebut.

Berikan Komentarmu