Kata Cagub Dan Cawagub DKI Soal Absennya Agus Yudhoyono Dalam Debat

0
241

Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta beberapa kali berada dalam satu panggung dan saling berhadapan. Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat, beradu visi misi serta gagasan dengan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

Setidaknya sudah tiga kali mereka bertemu dan adu gagasan. Namun tiga kali pula calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu Agus Yudhoyono – Sylviana Murni tak hadir memenuhi undangan debat. Absennya Agus – Sylvi membuat pesaingnya di Pilkada DKI ikut angkat bicara. Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku debat yang diselenggarakan salah satu stasiun tv nasional kurang menarik tanpa kehadiran pasangan Agus dan Sylvi.

“Enggak seru, jadi kita berharap sebetulnya lengkap dan infonya ada pembatalan satu hari sebelumnya atau satu jam tadi yah,” kata Djarot usai acara di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Padahal, kata dia, acara debat itu bisa memberikan kesempatan kepada warga DKI untuk mengetahui lebih dalam visi-misi dan program kerja kandidat pemimpin Jakarta yang akan dipilih pada 15 Februari 2017.

“Tetapi enggak apa apa. Ini kan cuma biar masyarakat tahu bagaimana visi misi keakraban kita bersama sama dengan masyarakat. Supaya masyarakat tidak membeli kucing dalam karung. Terbuka saja seperti terbuka,” kata mantan Wali Kota Blitar ini.

Tak cuma Djarot, calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan pun ikut berkomentar. Dia berharap Agus – Sylvi bisa hadir jika ada undangan debat selanjutnya. Tujuannya demi warga DKI Jakarta. “Saya berharap di debat berikutnya bisa lengkap sehingga warga Jakarta bisa melihat para calon pemimpinnya. Itulah sebabnya saya datang kami ingin menghargai warga Jakarta,” ujar Anies saat ditemui di Kantor Greenpeace, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Setali tiga uang dengan Djarot, Anies menilai meskipun bukan debat resmi yang diadakan penyelenggara Pemilu, kehadiran tiga pasangan calon pemimpin Jakarta penting bagi masyarakat sebagai bekal saat hari pencoblosan nanti. Atas dasar itu Anies dan Sandiaga menyambut baik setiap undangan debat, siapapun penyelenggaranya.

“Kami datang (ikut debat) karena ingin menghargai warga Jakarta. Lewat debat warga Jakarta bisa mengetahui rencana kami, visi dan kekuatan yang lain,” ungkap Anies.

“Jadi bukan soal resmi atau tidaknya (penyelenggara debat),” tegasnya.

Juru bicara (jubir) Agus-Sylvi, Rico Rustombi berdalih absennya Agus – Sylvi lantaran padatnya kegiatan kampanye yang dilakukan oleh pasangan nomor urut satu itu.

“Kemarin mas AHY ( Agus Harimurti Yudhoyono) tidak hadir karena jadwal kegiatannya tidak mungkin membatalkan acara yang sudah diagendakan untuk ketemu rakyat Jakarta di Jakarta Selatan, (dan) Jakarta Barat. Mas Agus tidak dapat hadir karena sudah memiliki banyak undangan untuk bertemu dan berdialog dengan masyarakat Jakarta,” kilahnya.

Calon Wakil Gubernur nomor urut satu, Sylviana Murni membela diri. Dia punya alasan sendiri memilih tak ikut debat yang dihadiri Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga. Dia memilih menemui warga Jakarta dan tak mungkin membatalkan janji bertemu rakyat hanya karena ingin menghadiri debat.

“Kita sedang memperkuat persatuan hindari perdebatan,” tulis Sylvi dalam akun Twitternya @sylviana_murni.

“Tantangan yang sebenarnya adalah di lapangan, sebab nantinya disanalah pemimpin bekerja bukan berdebat,” kicau Sylvi lagi sembari mengunggah foto Agus Yudhoyono dengan tulisan ‘gubernur rakyat, bukan gubernur debat’.

Berikan Komentarmu