Pacar Kamu Bau Badan? Begini Cara memberi Tahu Tanpa Bikin Dia Sakit Hati

0
388

“Pacarku keren, ganteng, perhatian, tapi…dia bau mulut.”

“Pacarku cantik, manis, baik, dan super sabar, tapi…keteknya bau.”

Kadang kita bertemu seseorang yang nyaris sempurna. Penampilan di atas rata-rata, kepribadiannya menyenangkan, dan memperlakukan kita dengan sangat baik. Satu-satunya kekurangan di dalam dirinya adalah bau badan. Jika kita benar-benar menyayangi seseorang, sebenarnya hal seperti ini tak jadi masalah. Tetapi lantas kita jadi ikut sebal saat orang-orang di sekitarnya menertawakan diam-diam. Jadi mau tak mau kita harus menjadi orang pertama yang memberi tahunya.

Namun membicarakan bau badan juga termasuk hal sensitif. Bagaimana kalau niat baik kita justru membuatnya merasa minder atau malah tersinggung? Karena itulah, kamu harus ‘mengatur strategi’ dulu sebelum menyampaikan hal seperti ini.

Jangan kelewat blak-blakan

Peraturan pertama, jangan memberitahunya dengan cara blak-blakan, apalagi kasar. Jangan menggunakan kata-kata yang bakal membuatnya merasa minder.

“Mulut kamu bau. Gosok giginya yang rajin, kenapa sih?” Meskipun benar, tetapi kalimat seperti ini bisa membuatnya merasa rendah diri.

Pilih tempat dan suasana yang privat

Pastikan kamu tidak membicarakan hal ini di saat ada orang lain di dekat kalian. Bangun suasana yang menyenangkan terlebih dahulu, agar nantinya dia bisa menerima kritik yang kamu utarakan dengan baik.

Buat kalimat pembuka yang baik

Pidato saja harus ada pembukaannya. Apalagi mengkritik pasangan mengenai hal sensitif seperti ini. Mulailah dengan kata-kata yang baik, misalnya pujian. Tak ada salahnya mengungkapkan kalau kamu menganggapnya sebagai pasangan yang baik dan bersyukur bisa bertemu orang seperti dirinya.

Berikan penjelasan yang masuk akal

Setelah kalimat pembuka meluncur sukses dari mulut, sekarang waktunya mengungkapkan kata ‘tapi’ tadi. Berikan penjelasan masuk akal yang bisa dia terima.

“Aku nggak keberatan. Aku sih suka kamu apa adanya. Tapi aku nggak nyaman lihat teman-teman kamu ngomongin di belakang, tapi nggak ada yang mau ngingetin.”

Tawarkan solusi untuk dilakukan bersama

Jangan cuma bisa mengkritik tanpa memberi solusi. Tawarkan beberapa saran, lebih baik kalau bisa dilakukan bersama agar dia tidak merasa rendah diri. Misalnya, “Gimana kalau besok belanja deodoran bareng?” atau, “Apa mulai sekarang kita banyakin makan sayur sama buah aja, ya? Biasanya aku gampang bau badan kalau kebanyakan makan daging atau keju.”

Tanya apakah dia juga keberatan dengan salah satu kekuranganmu

Tanyakan juga, apakah ada beberapa kekuranganmu yang menjadi ganjalan di hatinya. Kamu juga harus bersedia dikritik.

Pada akhirnya, kalau kita dan pasangan memiliki hubungan yang sehat, kritik membangun seperti ini seharusnya tidak akan menimbulkan masalah. Jadi, jangan segan untuk memberikan saran demi kebaikannya.

Berikan Komentarmu