Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menegaskan akan menindak organisasi kemasyarakatan (ormas) apapun yang menggelar sweeping terkait Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal penggunaan atribut Natal. Namun, aksi sweeping tersebut ternyata masih ditemukan di beberapa daerah.
Salah satunya di Sragen, Jawa Tengah. Sekelompok orang yang diduga berasal dari Front Pembela Islam (FPI) mendatangi sebuah pasar swalayan di kota itu. Namun, aksi tersebut berhasil dicegah kepolisian.

Salah seorang di antaranya, yang diduga sebagai tokoh FPI Sragen, mengaku hanya ingin melihat secara langsung di mana Fatwa MUI dijalankan dengan baik. Namun, polisi tetap tidak mengizinkan mereka masuk ke dalam pasar swalayan tersebut.

Di tengah-tengah negosiasi, ternyata ada seorang polisi yang terpancing emosinya. Dia meminta agar FPI tidak melanjutkan tindakannya. Sebab, dia yakin agama seseorang tak akan berpindah karena Allah sudah memberikan jaminannya.

“Lakum dinukum waliyadin, itu ayat Allah,” sahutnya.

Berikan Komentarmu