Partai Golkar Yakin Akom Tidak Akan Pindah Ke Partai Lain

0
350

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menjatuhkan sanksi sedang kepada Ade Komarudin karena dianggap dua kali melanggar kode etik dewan. Akibat sanksi itu, Akom dilengserkan dari kursi Ketua DPR yang telah dijabat selama 11 bulan. Saat ini, posisi Akom dikembalikan kepada Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Partai Golkar telah menjanjikan Akom posisi yang tak kalah besar dari jabatan Ketua DPR. Meski begitu, hingga kini partai berlambang pohon beringin itu belum nemutuskan posisi baru bagi Akom. Kondisi ini memunculkan rumor Akom bakal ditarik menyebrang ke partai lain, salah satunya Partai Hanura.

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham berkeyakinan Akom tidak mungkin menyebrang ke partai lain meski telah ‘disakiti’ karena jabatannya diambil Setya Novanto. Bahkan, Idrus tak sungkan memuji Akom sebagai kader terbaik dan militan yang dimiliki Golkar.

“Saya punya keyakinan Akom kader terbaik dan kader terbaik ditawari apapun dari partai lain tidak mungkin. Tidak mungkin akan pindah kalau kader terbaik akan begitu. Kader militan begitu, terkecuali bukan ditetapkan kader terbaik bisa saja pindah,” kata Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

Menurutnya, orientasi berpolitik kader militan seperti Akom adalah berjuang demi cita-cita dan ideologi partai. Keyakinan itu lah yang membuat Golkar percaya Akom tidak akan tergiur dengan jabatan dan tawaran pindah ke partai lain.

“Apalagi ditawari oleh macam-macam tawaran posisi tawaran jabatan apa karena seorang kader militan kader terbaik itu orientasinya berpartai adalah berjuang untuk cita-cita dan ideologi. Dan kalau sudah bertaruh nya ideologi pertaruhan ya cita-cita maka jabatan tidak lagi begitu penting,” klaimnya.

Demi menahan Akom, Partai Golkar pun siap mendukung langkah Akom membersihkan nama baiknya atas dua kasus yang menjeratnya. DPP Partai Golkar akan memerintahkan fraksi partai di DPR untuk memfasilitasi upaya rehabilitasi Akom ke MKD.

Dua kasus tersebut yakni perkara persetujuan rapat sembilan perusahan BUMN melakukan rapat dengan Komisi XI tanpa sepengetahuan Komisi VI yang merupakan mitra kerja perusahaan BUMN itu. Serta, laporan empat orang anggota baleg karena diduga melanggar kode etik dewan dengan mengulur waktu dalam pembahasan RUU Pertembakauan.

“Tentu langkah apapun yang diambil kader kita mempelajari kebenarannya karena kita juga tidak boleh mendukung kader secara membabi-buta tetapi kalau dasar hukumnya jelas tentu kita akan memberikan dukungan sepenuhnya,” imbuhnya

“Seluruh proses-proses MKD terjadi di DPR karena itu DPP Partai Golkar menyerahkan pada proses yang ada di MKD dan tentu nanti Fraksi Partai Golkar yang akan mengkomunikasikan. Yang pasti apa yang terjadi di sana itu adalah proses yang terjadi di DPR dan itu kita serahkan ke DPR,” tambah Idrus.

Akom secara pribadi menegaskan, dirinya akan tetap berada di Partai Golkar hingga akhir hayat. Hal membantah beredarnya kabar bila Akom atau biasa disapa, akan berlabuh ke partai lain. Dia menilai partai bukan seperti agama. Oleh sebab itu, kata dia, tidak ada masalah apakah seseorang untuk tetap di partai satu atau pindah ke partai lainnya dan hal itu boleh saja dilakukan.

“Bagian saya menjaga integritas itu, saya akan tetap di Golkar. Katakanlah sampai wafat. Tidak ada juga dari tawaran partai lain,” ujar mantan Ketua fraksi partai Golkar ini.

Berikan Komentarmu