Survei : Masyarakat Lebih Tak Suka ISIS Dan LGBT Ketimbang Etnis China

0
361

Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) melakukan survei untuk menggali sikap toleransi masyarakat terhadap kelompok etnis China di Indonesia. Hasilnya, masyarakat Indonesia masih cukup toleran terhadap keberadaan etnis China. Ketidaksukaan masyarakat terhadap etnis China masuk di urutan ke-8 dengan presentase 0,8 persen.

Dari survei pada November 2016, sebagian besar warga mengaku tidak suka dengan kelompok radikal Islam Iraq dan Syria (ISIS), disusul dengan kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), Komunis, Yahudi, Kristen, FPI, Wahhabi dan baru etnis China.

“Pada survei terakhir (November 2016), kelompok yang tidak disukai oleh paling banyak warga adalah Negara Islam Iraq dan Syria (ISIS), sebesar 25,5 persen. Kemudian LGBT 16,6 persen, dan Komunis 11,8 persen. Sementara Kristen/Katolik sebagai kelompok yang paling tak disukai sebesar 2,6 persen, dan China/Tionghoa sebesar 0,8 persen,” kata Pemilik SMRC, Saiful Mujani dalam diskusi ‘Ada Apa di Balik Sentimen Anti-Cina?’ di LBH, Jakarta.

Saiful menyebut dalam perkembangannya sentimen negatif pada kelompok-kelompok SARA minoritas relatif kecil dan trendnya cenderung konstan (tetap) mulai dari tahun 2001 hingga 2016.

“Hampir sepanjang reformasi ini, trend yang menyebut Kristen, Katolik, dan Tionghoa sebagai kelompok sosial yang paling tidak/kurang disukai relatif kecil dan konstan,” jelasnya.

Untuk diketahui, survei soal tingkat toleransi warga Indonesia terhadap etnis China dilakukan dalam kurun waktu 2001-2016, dengan masing-masing menggunakan teknik probability sampling. Sementara, ukuran sampel tiap survei selalu di atas 1.000. Survei ini memiliki Magin of error tiap survei rata-rata +/- 3,5% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikan Komentarmu