Saksi Sidang Sebut Ahok Tak Pantas Kutip Surat Al-Maidah

0
261

Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus dugaan penistaan agama menghadirkan Imam Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Muchsin bin Zaid Al’Attas sebagai saksi kedua dalam persidangan keempat kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sebelum Muchsin, Novel Chaidir Hasan telah memberikan kesaksiannya dalam sidang yang digelar di gedung Kementerian Pertanian.

Di hadapan majelis hakim, Muchsin menyerahkan beberapa barang bukti tambahan yakni satu buku bertajuk Merubah Jakarta, dua cakram disc dan satu flash disk.

Dalam persidangan, Muchsin menyebut Ahok telah berulang kali menggunakan surat Al-Maidah demi kepentingan politik. Salah satunya di Kepulauan Seribu. Dia menilai, mantan Bupati Belitung Timur itu tidak memiliki kompetensi untuk memberikan penafsiran.

“Ini yang sangat tidak relevan dan tidak boleh. Karena Alquran hanya orang yang mumpuni menjelaskan daripada surat Al-Maidah yaitu seorang ustaz, kiai, ulama, guru, habib yang mempunyai landasan-landasan untuk menjelaskan itu,” katanya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Muchsin menuding Ahok sengaja menggunakan Surat Al-Maidah ayat 51 untuk kepentingan politiknya sebagai kontestan Pilkada DKI. “Karena yang dia ucapkan di Kepulauan Seribu ada kepentingan dengan pemilihan gubernur, karena dia salah satu kandidat,” terangnya.

Muchsin melihat Ahok menggunakan surat Al-Maidah 51 bukan ditujukan untuk lawan politiknya tapi untuk seluruh umat muslim.

“Anda katakan jangan mau dibohongi dengan surat Al-Maidah. Artinya di situ umat Islam. Kecuali anda sebutkan dalam pembicaraan di Kepulauan Seribu anda katakan ini surat Al-Maidah ditujukan untuk lawan politik saya yang busuk, itu boleh. Tapi anda di sini tidak. Anda hanya mengatakan jangan mau umat Islam dibohongi dengan surat Al-Maidah. Mungkin itu saja keberatannya,” tutup Muchsin.

Berikan Komentarmu