Australia Telah Meminta Maaf, Panglima TNI Diminta Tak Lembek

0
264

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne mengatakan negaranya menyesal dan meminta maaf telah memantik perselisihan dengan Indonesia. Akibatnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia. Namun, DPR meminta Gatot tidak lembek terhadap Australia.

“Panglima TNI harus tegas, untuk hal prinsip tidak perlu melunak. Namun ketegasan itu juga untuk segera mencari solusi,” kata Anggota Komisi I Fraksi Golkar Meutya Hafidz.

Menurut Meutya, moratorium kerja sama militer harus terus dilakukan. Sehingga Australia bisa memperbaiki berbagai hal teknis, seperti sistem dan materi pelajaran bahasa di markas militer mereka.

“Jika pihak Australia menindaklanjuti setelah permintaan maaf kemudian langsung melakukan hal-hal yang perlu diperbaiki di dalam, dari fasilitas, sistem pengajaran, dan lain-lain untuk menghormati Indonesia, maka saya rasa cukup dan kerja sama bisa diteruskan kembali,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar ini menyarankan agar menteri pertahanan kedua negara segera bertemu dan membicarakan penyelesaian masalah agar tidak berlarut-larut. Kedua belah pihak, kata dia, juga harus membuat komitmen bersama untuk saling menjaga keharmonisan.

“Untuk itu kedua menhan (dari pihak Australia dan Indonesia) baiknya segera bertemu untuk dapat menyelesaikan. Artinya permintaan maaf harus ditindak lanjuti dengan komitmen-komitmen agar ada saling menghargai ke depan,” terang Meutya.

Berikan Komentarmu