Geramnya Ahok-Djarot Soal Timses Diduga Dikeroyok FPI

0
369

Widodo, salah satu anggota ranting PDIP dikeroyok puluhan orang yang diduga FPI di kawasan Jelambar, Jakarta Barat. Alhasil, Widodo yang kalah jumlah lantas babak belur dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan kondisi Widodo mengalami retak pada bagian pelipis dan sempat pingsan usai mengalami pemukulan. “Semalam dia udah periksa semua, jelas sini ada retak pelipisnya ada retak katanya,” kata Ahok.

Ahok enggan memastikan bahwa Widodo mengalami pengeroyokan. Dia menyerahkan masalah ini kepada kepolisian. Namun, calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 itu menyebut masalah ini telah diurus Ketua Tim Pemenangan Ahok- Djarot, Prasetio Edi Marsudi.

Ahok juga meminta para relawan tidak melakukan aksi balasan terhadap insiden ini. Sehingga masalah ini dia serahkan kepada penegak hukum.

“Kita juga minta semua timses, partai tidak boleh ambil tindakan apapun. Kita bukan orang yang tidak taat aturan. Ini negara hukum, siapapun yang berbuat salah kita harus percayakan pada polisi,” tegasnya.

Selain itu, merasa kasihan dengan nasib Widodo. “Kasihan kan dia, tukang ojek, anak satu, kalau dipukul kayak begini, dia retak kalau sampai dia cacat seumur hidup, enggak bisa kerja bagaimana? Satu keluarga ini muslim yang taat kok,” tambahnya.

Ahok menyadari selama melakukan kampanye kerap mendapat pengadangan, namun diharapkan tidak melakukan pemukulan. “Kenapa hanya karena dia ingin kami menyelesaikan tugas kami, perjuangan kami, mesti dipukulin gitu. Kita mengimbau seluruh warga Jakarta jangan mengambil tindakan pemukulan lah. Apalagi pengeroyokan,” ungkapnya.

Sementara itu, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta polisi mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menimpa Widodo.

“Sudah dilaporkan ke Polsek dan Polres ya. Kita minta cuma itu bisa diusut tuntas,” kata Djarot usai menjenguk Widodo.

Djarot meyakini pengeroyokan tersebut terkait Pilkada DKI. Dia pun mendesak polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

“Ini kan pasti terkait dengan pilkada, karena sebelum salat Jumat saya kan ke wilayah situ, kemudian Widodo ini salah satu pengurus ranting, wakil ketua I pengurus ranting, kemudian ikut mengawal dan dia bersama kita, saya tidak tahu mungkin agak bersitegang sedikit sama beberapa orang di situ yang akhirnya malam ketika dia di warung dia didatangi orang lalu dipukuli,” kata Djarot.

Front Pembela Islam (FPI) membantah ada anggotanya melakukan pemukulan terhadap Widodo. Mereka juga menyebut Widodo bukan dikeroyok, melainkan kalah duel satu lawan satu.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dewan Syuro DPD FPI DKI Novel Chaidir Hasan Bamukmin kepada merdeka.com. Menurut dia, Widodo kalah berkelahi lawan Pimpinan Laskar Pembela Islam (LPI) se-Kecamatan Grogol-Petamburan (Qoid) bernama Irfan.

Novel juga menyebut bahwa LPI berbeda dengan FPI. Namun, organisasi tersebut diakuinya, selalu mendukung tiap gerakan dilakukan FPI.

Terkait insiden perkelahian, Novel mengaku dapat informasi bahwa kejadian bermula ketika Djarot Saiful Hidayat melakukan kampanye di wilayah itu. Saat itu Irfan dan beberapa anggota LPI lainnya sempat adu mulut dengan relawan Ahok-Djarot itu.

“Jadi kampanyenya Djarot, lewat Grogol-Petamburan, kejadiannya siang tuh. Kemudian omongan ini si kotak-kota meledek, dan membuat tersinggung LPI. Memang pas saling ledek, LPI bilang ‘mendukung penista agama haram’. Terus dibalas sama si PDIP, ‘enggak haram’, begitu deh. Terus ya sudah bubar,” ujarnya.

Novel melanjutkan, Widodo dan Irfan diketahui satu kampung ini, kemudian tidak sengaja bertemu pada malam hari. Dalam situasi ini, kata Novel, Widodo menantang Irfan kembali.

“Keduanya berantem dah. Yang nantangin duluan si PDIP (Widodo). Banyak orang yang nonton pas berdua berantem, memang enggak dipisahin, karena memang eneg (tidak suka) sama nih orang (Widodo). Jatuh habis dipukul sama Irfan,” ungkapnya.

Percaya bahwa Widodo bukan dikeroyok melainkan kalah duel, Novel menegaskan bakal memberikan bantuan hukum dan melakukan laporan balik ke kepolisian. Sebab, laporan pengeroyokan dilayangkan kubu relawan Ahok-Djarot dianggap provokatif.

“Kita pasti lakukan laporan balik. Karena ini provokator, sudah penghasutan,” tegasnya.

Berikan Komentarmu