Ini 5 Nama Saksi Yang Akan Dihadirkan JPU Di Sidang Ahok

0
268

Sidang kelima kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama ( Ahok) kembali digelar, Selasa (10/1) besok. Sidang ini, akan kembali mendengarkan keterangan saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, yang juga merupakan salah satu pelapor perkara kasus ini mengatakan, dirinya akan ikut bersaksi. Sayang, dia tak mau membocorkan materi yang akan disampaikannya besok.

Pedri menjelaskan, ada beberapa saksi juga yang rencananya akan dihadirkan oleh Jaksa. Dimana di antaranya merupakan juga pelapor kasus penistaan agama Ahok.

“Besok selain saya yang akan membacakan kesaksian, ada Burhanudin, Ibnu Baskoro, H Irena Handono dan H Wilyudin Abdul Rasyid Dhani,” jelas Pedri.

Sidang ini digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang dilakukan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Jaksa pada sidang keempat Selasa (3/1), telah menghadirkan Novel Bakmumim, Gus Joy Setiawan, Muchsin Alatas, Syamsu Hilal. Adapun Muh Burhanudin tak hadir di persidangan Ahok karena sedang sakit, sementara Nandi Naksabandidiketahui telah meninggal dunia pada 7 Desember lalu.

Berikut informasi yang dihimpun merdeka.com mengenai sosok para saksi yang akan hadir, pada sidang Ahok besok:

1. Pedri Kasman SP

Pedri Kasman SP, adalah Sekretaris Pusat Pemuda Muhamadiyah. Namun saat melaporkan Ahok, dia atas nama Angkatan Muda Muhammadiyah yang ketuanya Dahnil Anzar Simanjuntak, dengan nomor laporan Nomor: TBL/4868/X/2016/PMJ/Ditreskrimum pada tanggal 7 Oktober lalu.

Pedri Kasman pernah membuat pernyataan sikap yang disampaikan pada media, isinya meminta Presiden Joko Widodo memecat Wiranto sebagai Menko Polhukam, dan Tito Karnavian dari jabatan Kapolri. Hal itu terkait pernyataan Tito Karnavian, yang mengatakan Fatwa MUI tentang atribut natal bukan hukum positif, menurut Pedri dianggap telah memancing keresahan.

2. H Willyuddin Abdul Rasyid Dhani

Willyudin Abdul Rasyid Dhani, adalah Sekretaris Forum Umat Islam Bogor. Willyudin juga pernah tercatat sebagai Ketua Komisi bidang Pengkajian dan Pengawasan Aliran Sempalan dalam Islam, MUI kota Bogor. Dalam aksi Super Damai 212, lalu Willyudin adalah koordinator dari GNPF MUI Bogor Raya.

Willyuddin Abdul Rasyid Dhani melaporkan Ahok Polres Bogor pada Jumat (7/10). Dengan Laporan Polisi Nomor LPI 1134x 2016/JBRIPOLRES Bogor Kota.

3. Muhammad Burhanuddin

Muhammad Burhanudin adalah seorang advokat, yang pernah menjadi pengacara Farhat Abbas, saat praperadilan kasus perseteruan dengan Ahmad Dhani. Dia juga pernah jadi pengacara Putu Sudiartana anggota DPR dari Partai Demokrat yang terkena operasi tangkap tangan KPK, untuk kasus suap.

Muhammad Buharnuddin melaporkan Ahok pada Jumat (7/10) dengan LP nomor: LP/1015/X/2016/Bareskrim tentang dugaan tindak pidana penistaan agama melalui media elektronik berupa Youtube, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156a KUHP junto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Burhanudin sempat diajukan pada sidang minggu lalu, juga telah untuk memberi kesaksian sebagai saksi pelapor, namun tidak hadir karena dikabarkan tengah sakit.

4. Irena Handono

Irena Handono adalah pendiri Yayasan Pembina Muallaf Irena Center, dan Pondok Pesantren Muallafah Irena Center, yang berlokasi di Perumahan Taman Villa Baru Blok D/5 Pekayon Jaya, Bekasi. Irena melaporkan Ahok pada Jumat (21/10), dengan nomor: LP/1059/X/2016/Bareskrim.

Irena sering menyebut dirinya sebagai mantan Biarawati Katolik dan Pakar Kristologi. Klaim tersebut kerap menuai kontroversi. Irena dikabarkan memang pernah masuk pendidikan Biarawati, namun baru menjalani pendidikan tahun awal.

Pengakuan Irena yang menyebut pernah menjadi biarawati ini pernah diulas oleh aktivis toleransi lintas agama Syaikha Gayatri RA Gayatri Wedotami Muthari pada November 2016. Ulasan tersebut diberi judul “Ustazah Irena Handono yang Baik Tolong Jangan Berdusta tentang Status Mantan Biarawati Anda: Kesaksian Sr Lucyana”.

5. H. Ibnu Baskoro

Saksi pelapor lainnya adalah Ibnu Baskoro, pengurus DKM Darussalam, Kota Wisata Cibubur. Ibnu bersama DKM Darussalam, pernah menggelar pengumpulan KTP untuk membuat surat kuasa, mengadukan Ahok atas tuduhan penistaan agama. Ibnu melaporkan Ahok pada Selasa (12/10) dengan LP nomor: LP/1031/X/2016/Bareskrim.

Berikan Komentarmu