Ancaman Durtete Buat Wali Kota Yang Terhubung Dengan Pengedar Narkoba: Mundur Atau Saya Bunuh

0
297

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menebar ancaman kepada seluruh wali kota di negaranya, apalagi jika mereka masuk dalam daftar tersangka narkoba. Dia hanya memberikan dua pilihan, mengundurkan diri dari jabatannya atau dibunuh.

Ancaman itu dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam upacara pengucapan sumpah yang diikuti 200 wali kota terpilih.

“Saya punya daftar tersangka dan carilah nama anda (wali kota) di sana. Jika tertulis di sana, maka Anda benar-benar dalam masalah,” kata Duterte.

Pernyataan Duterte ini menyusul adanya kecurigaan terhadap wali kota yang terhubung dengan pengedar narkoba. Wali kota tersebut diduga memanfaatkan kekuasaan, sehingga polisi tidak diberikan akses untuk menyelidiki pedagang narkoba di kota-kota mereka.

“Saya akan memanggil wali kota (yang terlibat narkoba) dan menguncinya dalam satu ruangan sehingga hanya ada kami berdua. Dia hanya perlu memilih, mengundurkan diri dari jabatan atau saya akan benar-benar membunuhnya,” sambungnya.

“Jika terbukti benar, maka hal pertama yang akan saya lakukan adalah mencabut kekuasaan pengawasan atas polisi darinya. Kedua, saya akan menghapus semua detail keamanannya,” papar pria 71 tahun itu.

Duterte dikenal sangat tegas dalam menanggapi masyarakat terlibat narkoba di negaranya. Dia juga mengecam para pengedar narkoba dan telah menebar ancaman akan membunuh siapapun yang terlibat dengan obat terlarang itu.

Serangkaian pembunuhan telah terjadi di Filipina sejak Duterte memimpin. Para pengguna narkoba di negara tersebut dibunuh oleh polisi atau pihak yang tidak jelas afiliasinya tanpa diadili dan memperoleh bantuan hukum.

Kebijakan Duterte dalam memerangi narkoba telah mengundang kecaman dunia termasuk Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Berikan Komentarmu