Sukmawati Tak Takut Ancaman Dipolisikan Balik Oleh Habib Rizieq

0
194

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, mengancam melaporkan balik Sukmawati Soekarnoputri ke polisi. Serangan balik yang dilakukan Rizieq lantaran pentolan FPI itu menilai Sukmawati gagal paham karena yang dilaporkan adalah dakwah karya ilmiah soal usulan Pancasila saat dibuat 1945 lalu. Bukan Pancasila yang sudah jadi dasar negaranya. Apa kata Sukmawati ihwal itu?

“Saya siap (dilaporkan balik), sekali lagi harusnya dia meminta maaf kalau memang laki-laki,” kata Sukmawati saat mendatangi Mapolda Jabar, Kota Bandung.

Kehadiran Sukmawati untuk mengecek perkembangan kasus yang kini ditangani Polda Jabar. Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke kepolisian atas pernyataannya yang menyebut ‘Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala’. Sukmawati saat melaporkan melampirkan bukti video Rizieq saat berceramah di Kota Bandung pada 2013 lalu.

Terkait laporan itu, Rizieq sudah diperiksa kemarin. Rizieq sempat meminta Sukmawati mencabut dan meminta maaf lantaran laporan yang dilayangkan tidak mendasar.

“Kemarin dia (Rizieq) bilang kalau saya harus mencabut laporan dan meminta maaf. Saya malah justru akan terus melanjutkan dan harusnya dia yang meminta maaf, bukan saja ke kaum nasionalis, tapi juga bangsa yang sudah disakiti dengan kata-katanya,” terangnya.

Terkait ucapan Rizieq yang menyebut Sukmawati gagal paham terkait pelaporan tesis S2-nya di University Of Malaya, dirinya tidak mau ambil pusing. Namun, dia pastikan laporan yang dilayangkan pada kepolisian sudah menjadi bukti keabsahan bahwa Rizieq diduga menodai simbol negara.

“Saya enggak tahu tesis dia atau apa. Utamanya, kata-kata dia yang yang enggak berakhlak. Dia enggak bisa berkelit, itu suara dia kata-katanya jelas,” katanya.

Sukmawati mengaku kecewa atas bantahan Rizieq. Padahal kepolisian sudah membenarkan keabsahan video Rizieq yang diambil di Lapang Gasibu, Kota Bandung pada 2013 lalu dalam dakwahnya. “Saya sangat kecewa sekali, dia bicaranya enggak jantan, enggak fair sebagai ulama,” katanya.

Berikan Komentarmu