2.800 Polisi Dan TNI Akan Dikerahkan Amankan Aksi FPI Di Mabes Polri

0
239

Polda Metro jaya telah menerima surat pemberitahuan aksi massa dari Front Pembela Islan dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yang akan melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri. Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan menyiagakan ribuan anak buahnya untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Tidak hanya itu, Polda Metro juga mendapatkan bantuan kekuatan pengamanan dari Kodam Jaya.

“Kita ada 2.000 personel. Dari Kodam Jaya memberitahu ada 800 personel. Jadi total ada 2.800-an personel yang diturunkan,” ujar Iriawan di bilangan Jakarta Selatan.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang masuk, kata Iriawan, massa FPI dan GNPF yang akan melakukan demo diperkirakan berjumlah 5.000 orang. Massa tersebut berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Tapi kita lihat besok, apa betul atau tidak jumlahnya segitu. Besok kita lihat faktanya di lapangan,” tutur dia.

Kapolda akan mengakomodir semua aspirasi yang disampaikan massa aksi. Meskipun demikian, dia mengimbau massa tetap tertib dan taat peraturan yang berlaku. “Kita akan layani FPI yang mau unjuk rasa. Aspirasinya kita akomodir. Silakan melakukan unjuk rasa dengan tertib, damai, dan dengan situasi menyejukkan,” ucapnya.

Sebelumnya, massa gabungan Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Penjaga Fatwa (GNPF) MUI akan menggeruduk Mabes Polri. Mereka akan menyuarakan kekecewaan terhadap Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Carliyan yang mengultimatum akan menindak tegas jika FPI terus berulah.

“Besok kita Insya Allah resmi turun gabungan daripada GNPF, long march dari Al Azhar ke Mabes Polri untuk meminta Kapolda Jawa Barat segera dicopot,” ujar Sekjen DPP FPI Novel Bamukmin, usai dihubungi.

Novel berharap Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menemui massa aksi. “Kita pengennya Kapolri bisa menghadap karena untuk bisa mengapresiasikan suara umat Islam, aspirasi ulama Indonesia agar minta kapolda (Anton Carliyan) yang terlibat premanisme ini segera diturunkan,” tegasnya.

Dia mengklaim bakal menerjunkan ribuan massa ke mabes Polri. Massa yang diturunkan berasal dari jabodetabek. “Wah sulit prediksi, bisa ratusan ribu, bisa jutaan (massa). Karena kalau melihat 3 juta nggak sampe, karena mendadak (agendanya), luar daerah belum persiapan, ya se-Jabodetabek minimal. Ya mungkin ratusan ribuanlah. (Habib Rizieq) Insya Allah beliau ikut serta, kalau sehat beliau turun. Ya GNPF ikut, insya allah akan turun. Ini aksi damai, meminta untuk kapolri mencopot kapolda,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan menyayangkan perusakan markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang diduga dilakukan massa Front Pembela Islam (FPI). Anton pun mengultimatum akan menindak tegas jika FPI terus berulah.

Anton mengaku siap jika dicopot dari jabatannya. Dia mengaku hanya ingin menghadirkan keamanan bagi masyarakat di Jawa Barat.

“Kalau FPI tetap demikian nanti akan saya tindak tegas. Silakan saya diusulkan mau dicopot juga tidak jadi masalah. Saya ke sini (Jabar) bukan mencari jabatan, tapi saya ke sini untuk membuat masyarakat Jawa Barat aman. Siapa pun juga yang ingin membuat rusuh di sini, berhadapan dengan kepolisian dan alat negara, dan saya sebagai Kapolda yang membawahi alat negara di sini, negara tidak akan takut kepada siapa pun juga, kami akan hadapi,” ungkap Anton di Bandung.

Berikan Komentarmu