Ahok: Kalijodo Ada Judi, Alexis Hotel Resmi!

0
371

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengingatkan kasus Kalijodo dengan Hotel Alexis jauh berbeda. Hotel Alexis berdiri secara resmi, sedangkan Kalijodo tidak.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menantang orang yang meminta Hotel Alexis ditutup untuk memberikan bukti kepadanya. Sebab sikapnya jelas, sesuai dengan aturan di mana terbukti ada narkotika sebanyak dua kali maka akan ditutup.

“Semua tempat hiburan kalau ketahuan narkoba saya tutup. Gitu aja jadi adil kenapa Alexis ribut kan, bukti dong, kasih saya bukti, Kalijodo beda ada judi, Alexis hotel resmi,” katanya di kawasan Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mencontohkan, dua tempat hiburan malam telah ditutup karena terbukti ada ditemukan narkotika. Bahkan, saat mereka ingin mengajukan kembali dengan nama baru mentah-mentah ditolak.

“Milis resmi tapi ada narkoba kita tutup. Katanya mau ganti nama saya kasih gak, engga. Kalau mau buka kursus inggris saya bilang silahkan. Jelas itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Hotel Alexis, salah satu tempat hiburan malam ternama di Jakarta sempat disinggung dalam debat perdana KPU DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jumat (13/1) kemarin. Hotel ini sempat menjadi kontroversi semasa kepemimpinan Basuki T Purnama (Ahok) jadi Gubernur DKI Jakarta.

Dalam debat, Ahok diserang habis-habis soal sejumlah penggusuran yang dilakukannya selama memimpin ibu kota. Tak cuma Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono juga menyerang Ahok soal penggusuran.

Sementara Alexis, pertama kali diungkapkan oleh calon nomor urut tiga, Anies Baswedan. Menurut Anies, Ahok hanya berani menggusur rakyat kecil, tapi menghadapi korporasi besar di dunia prostitusi mantan Bupati Belitung Timur itu lemah.

“Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan Alexis, lemah,” kata Anies saat debat di Hotel Bidakara, Jakarta.

Alexis pun dibuat menjadi ajang kampanye oleh Anies. Dia berjanji akan memberantas prostitusi di hotel mewah, termasuk Alexis jika terpilih jadi orang nomor 1 di DKI.

“Kita akan tegas,” terang Anies.

Ahok yang dikritik soal ini hanya senyum. Dia lebih memilih membanggakan telah menutup diskotek fenomenal sekelas Stadium di kota karena sudah berkali-kali ada pengunjung tewas akibat narkoba.

Bicara soal Alexis, saat masih menjabat, Ahok memang mengakui bahwa ada ‘surga dunia’ di hotel tersebut. Namun sayang, Ahok tak mampu menutupnya, alasannya karena tidak ada bukti.

“Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? Ada, prostitusi artis di mana? di hotel. Di Alexis itu lantai 7 nya surga dunia loh (prostitusi). Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai 7,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 16 Februari tahun lalu.

Hotel Alexis memang terkenal dengan prostitusi kelas atas, tidak hanya pekerja seks komersial (PSK) lokal saja ditawarkan, melainkan dari berbagai negara. Melihat kondisi ini, Ahok mengaku telah mengirimkan petugas ke hotel itu untuk melakukan penertiban. Namun upaya penertiban tersebut gagal karena belum cukup bukti.

“Oh benar pak di sana lengkap dari mana-mana ada. Ya sudah kalau begitu tutup dong? oh enggak bisa pak, enggak ada bukti. Pas kita datang mereka baik-baik saja, masa harus ketuk pintu satu per satu,” tandasnya.

Ahok pun menantang siapa saja yang berani menunjukkan bukti ada praktik prostitusi di Alexis. Dengan bukti itu, Ahok jamin akan menutupnya.

Berdasarkan informasi dihimpun merdeka.com, pernyataan Ahok ada benarnya. Sebut saja Tomo, lajang asal Bogor ini tidak menampik ‘surga dunia’ yang disebut Ahok. Dia menceritakan pengalamannya bertandang ke hotel yang terletak di kawasan Jakarta Utara tersebut.

Tomo menyebut Hotel Alexis tempat melepas penatnya hidup di Jakarta. Bagaimana tidak, hotel itu menawarkan berbagai fasilitas hiburan yang memanjakan kaum adam, termasuk urusan pelampiasan syahwat.

Berikan Komentarmu