Polda Metro Jaya Periksa 4 Saksi Di Padang Soal Dugaan Kasus Makar

0
314

Penyidik Polda Metro terus mendalami kasus dugaan kasus makar yang menyeret sejumlah tokoh nasional. Penyelidikan polisi berkembang hingga pemeriksaan saksi di Sumatera Barat.

“Pemeriksaan saksi di Padang sudah selesai. Yang diperiksa empat orang, terkait kegiatan safari yang dilakukan oleh tersangka (Kivlan Zein) di Banten,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, saat dikonfirmasi.

Sayangnya, Argo belum bisa membeberkan secara rinci mengenai kegiatan safari Kivlan Zein di Banten tersebut. Argo juga pun tidak menjelaskan kaitan kegiatan tersebut dengan dugaan makar yang dilakukan sejumlah aktivis dan tokoh nasional itu.

Tetapi Argo menjelaskan, empat saksi tersebut merupakan pemilik kendaraan yang mengerahkan massa ke Banten, juga panitia yang mengetahui kegiatan safari di provinsi tersebut.

“Ada yang punya bus, ada yang panitia menggerakkan, kan ada semua, koordinator, yang punya bus kan nggak cuma satu, tapi ada dua,” katanya.

Sementara itu, Argo mengatakan, pihaknya sedang dalam proses pemberkasan perkara dugaan makar untuk tersangka lainnya yang belum tuntas, lantaran masih banyak saksi yang perlu dimintai keterangan.

“Masih ada saksi yang bakal dipanggil. Pemeriksaannya masih panjang,” pungkas Argo.

Seperti diketahui, sebanyak 11 tokoh nasional ditangkap secara hampir bersamaan di lokasi berbeda pada Jumat pagi 2 Desember 2016 lalu. Penangkapan dilakukan sebelum aksi super damai 212 di Komplek Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar dan permufaktan jahat sebagaimana Pasal 107 juncto 110 juncto 87 KUHP. Mereka yakni, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri. Namun tujuh orang ini tak ditahan.

Sementara tiga aktivis lainnya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Permufakatan Jahat. Ketiganya sampai saat ini masih ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.

Sementara itu, musisi Ahmad Dhani yang turut ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo sesuai dengan Pasal 207 KUHP.

Berikan Komentarmu