Kapolri Tito: Kapolda Metro Jaya Dan Kapolda Jabar Tidak Dicopot!

0
256

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menolak mentah-mentah permintaan Front Pembela Islam (FPI). Jenderal Tito tidak akan mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan dan Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Anton Charliyan.

“Enggak ada, pokoknya Kapolda Metro dan Kapolda Jabar enggak ada dicopot,” singkat Tito di Rumah Sakit Polri, Jakarta.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Kapolda Metro Irjen Iriawan mempertanyakan permintaan Ketua FPI Habib Rizieq Syihab meminta Tito mencopotnya dari jabatannya. “Siapa dia? Enak saja mau copot saya,” tegas Iriawan.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menegaskan, Polri tidak bisa serta merta melakukan pencopotan terhadap Iriawan dan Anton. Ada mekanisme untuk mencopot pejabat polri.

“Tentu berkaitan dengan aspirasi pencopotan dapat kita sampaikan bahwa pergantian pejabat, pencopotan sebagaimana tuntutan itu, kita ada mekanismenya, jadi tidak serta merta seperti itu,” tegas Boy di PTIK, Jakarta.

Untuk diketahui, ribuan massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri, kemarin. Mereka membawa dan menyerukan tuntutan agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Irjen Iriawan dari jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya. Iriawan dituding telah menghasut massa FPI untuk menyerang HMI pada aksi 411. Sedangkan, pencopotan terhadap Kapolda Jabar Irjen Anton disuarakan Rizieq karena dianggap melindungi ormas Masyarakat Gerakan Bawah Indonesia (GMBI).

Tak sampai di situ, perseteruan Rizieq dengan Iriawan kembali memanas setelah Rizieq dilaporkan oleh seseorang berlatar belakang hansip ke Polda Metro Jaya lantaran ucapannya saat menyampaikan ceramah.

Dalam ceramahnya, Rizieq dengan lantang menyebut jika Iriawan jenderal berotak hansip. Iriawan balik menyindir Rizieq dengan menyebutnya sebagai orang paling berakhlak baik dan pintar di Indonesia.

Berikan Komentarmu