Begini Penjelasan Mabes Polri Soal Kasus Dana Hibah Pramuka Di DKI

0
336

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri angkat bicara terkait pernyataan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni menyebut polisi keliru mengusut kasus dugaan korupsi dana bansos untuk Kwartir Daerah dalam rangka kegiatan Pramuka DKI Jakarta. Sebab, diklaim Sylvi dana dimaksud adalah dana hibah.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan penyebutan kata dana bansos dalam surat panggilan Sylvi berdasarkan informasi pengaduan masyarakat (Dumas). Di mana dalam surat laporan, tertulis dugaan penyalahgunaan dana bansos.

“Dapat kami jelaskan bahwa penggunaan kata dana bansos tersebut berdasarkan laporan informasi dumas atau pengaduan masyarakat yang masuk yang menyatakan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana bansos di Kwarda DKI Jakarta,” kata Rikwanto dalam keterangannya,Jakarta.

Atas dasar itu, penyidik menggunakan kata bansos dalam surat penyelidikan sampai kepada surat panggilan terhadap Sylvi. Namun, proses dalam pemeriksaan baru terungkap bahwa dugaan pelanggaran adalah dana hibah.

“Bukan bersumber dari dana bansos melainkan bersumber dari dana hibah,” ujar dia.

Kendati begitu, dikatakan Rikwanto dari hasil penyelidikan, penyidik menemukan sejumlah fakta ada penyimpangan dalam penggunaan dana hibah tersebut. Kwartir DKI Jakarta diduga kuat telah menyalahgunakan dana hibah itu.

“Berdasarkan fakta yang ada penyelidik menemukan adanya dugaan penyimpangan penggunaan dana hibah yang diterima oleh Kwartir DKI Jakarta,” pungkas Rikwanto.

Berikan Komentarmu