Ormas Bali Serukan Toleransi Umat Beragama Dan Tolak FPI Di NKRI

0
669

Sejumlah elemen masyarakat di Bali melakukan apel kebersamaan di Lapangan Lumintang. Acara yang digagas ormas Baladika Bali ini menyerukan kedamaian dan pentingnya toleransi antar umat.

Terpenting lagi, dari aksi ini seluruhnya menolak keberadaan Fron Pembela Islam (FPI) di Bali, dan umumnya di NKRI. Mereka menilai, gerakan yang dilakukan ormas FPI telah memecah belah kerukunan umat beragama pada umumnya.

Hal itu bukan saja karena kenyamanan di Bali yang terusik dengan adanya ungkapan Jubir FPI, Munarman yang dinilai memfitnah pecalang dan membuat umat muslim di Bali resah. Namun hal itu telah dilaporkan ke ranah hukum di Polda Bali.

Sekretaris Baladika Bali, I Komang Merta Jiwa menegaskan, apel kebersamaan ini merupakan bukti nyata untuk menyuarakan ketidak patutan gerakan dari ormas FPI. Karena itu, pihaknya menolak kehadiran FPI khususnya di Bali.

Selain tegas menolak FPI, pihaknya juga menolak paham-paham radikal, aksi provokatif dan seterusnya yang mengancam persatuan dan kesatuan umat di Indonesia.

“Kami ingin menyampaikan kami sangat menolak gerakan-gerakan dari FPI yang selama ini disuarakan melalui Youtube dan media yang kontroversial. Terlebih ada rekaman bahwa pecalang Bali sudah melakukan tindakan yang sangat tidak bermoral salah satunya pecalang di Bali melarang sholat Jumat. Melalui moment ini sangat tegas kami katakan itu tidak ada, kami di Bali sangat harmonis sangat baik dalam bertoleransi,” katanya usai apel di Lapangan Lumintang.

Apel kebersamaan yang dihadiri oleh sekitar 1500-an orang ini terdiri dari massa Nahdatul Ulama Bali, Perwakilan, Paguyuban Pasundan Bali, Masyarakat Serangan, Paguyuban, Ikawangi ( Banyuwangi), Perwakilan masyarakat Muslim Ubung Kaja dan Sodara dari nasrani.

Berikan Komentarmu