Kapolri Tito Janji Pelajari Kembali Kasus Antasari Azhar

0
474

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berjanji mendalami kembali kasus pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen yang menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Termasuk SMS misterius ke Nasrudin Zulkarnaen, yang diduga dikirim Antasari. SMS misterius itu yang akhirnya menjerat Antasari Azhar masuk dalam penjara.

“Yang jelas kami akan mempelajari kasus itu kembali,” kata Tito di Komplek PTIK, Jakarta.

Tito mengatakan ada beberapa hal yang nantinya bakal dipelajari pihak kepolisian. Di antaranya, alat bukti yang selama ini dianggap kurang kuat.

“Mungkin alat buktinya sudah kuat atau tidak terutama yang mengarah kepada Pak Antasari,” ucap dia.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menambahkan pihaknya pun akan mengecek kembali laporan Antasari pada 2011 silam yakni perihal penyalahgunaan teknologi informasi dalam bentuk pesan atau SMS dan laporan terkait sumpah palsu saksi yang mengaku melihat SMS tersebut.

“Itu nanti kita akan cek yang mana, mencari sms tidak gampang. Ada beberapa provider yang tidak memiliki sistem seperti itu,” ucap Tito.

Kendati begitu, dikatakan Tito sampai sejauh ini belum ada permintaan pihak Istana untuk membuka kembali kasus Antasari tersebut. “Belum ada ke saya,” pungkas mantan Kepala BNPT tersebut.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan akan menindaklanjuti laporan SMS misterius ke Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang diduga dikirim oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. SMS misterius itu yang akhirnya menjerat Antasari Azhar masuk dalam penjara.

“Nanti akan saya cek kembali. Tentunya harus ditindaklanjuti,” kata Iriawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/1).

Terkait kapan kasus tersebut diusut tuntas, Iriawan belum bisa memastikan. Sebab, dia mengaku harus melakukan penelusuran terlebih dahulu lantaran laporan itu masuk pada beberapa tahun silam.

“Nanti saya cek dulu. Saya sudah lama enggak update data itu. Nanti saya tanya dulu ya, bagaimana kasusnya juga ke penyidik,” jelas dia.

Berikan Komentarmu