Ini Pesan Habibie Kepada Agus-Sylvi Jika Terpilih Memimpin Jakarta

0
269

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni berkunjung ke kediaman mantan Presiden ke-3 RI BJ Habibie, hari ini. Pertemuan itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB.

Agus mengatakan Habibie memberikan dua pesan dan wejangan terhadapnya dan Sylviana. Pertama, Habibie meminta agar Agus-Slyviana bisa menjaga kebhinekaan dan persatuan warga Jakarta yang sangat majemuk apabila terpilih menjadi pemimpin Ibu Kota.

“Beliau menyampaikan atau menitipkan kebhinekaan dan persatuan di Jakarta yang kita tahu sangat majemuk dan akhir-akhir ini banyak yang mengkhawatirkan kita semua jika tidak dikelola dengan baik,” kata Agus di Kediaman Habibie, Jalan Patra Kuningan Nomor 13, Kuningan, Jakarta.

“Beliau mengembalikan bahwa negara kita adalah negara Pancasila yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan kepada kami berdua beliau menitipkan agar jika kita menjadi pemimpin di Jakarta, bisa benar-benar melakukan upaya yang bisa terus mempersatukan masyarakat di Jakarta,” sambungnya.

Pesan kedua yang disampaikan Habibie adalah terus konsisten membela kepentingan rakyat diatas kepentingan lainnya. Agus mengklaim pesan Habibie itu telah sesuai dengan motivasinya untuk maju dalam kontestasi Pilgub DKI.

“Tentunya menitipkan pesan jika kami berupa terus konsisten membela kepentingan rakyat. Saya menyampaikan kepada beliau itu lah yg menjadi komitmen dan insya Allah akan kami bawa terus selamanya karena itu juga alasan utama mengapa saya akhirnya masuk dalam kontestasi Pilgub Jakarta ini,” klaimnya.

Dalam pertemuan itu, kata dia, Habibie juga menitipkan pesan agar nilai dan moral warga Jakarta tetap terjaga. Habibie tidak ingin Jakarta menjadi kota yang maju dan modern tetapi kehilangan jati diri.

“Beliau banyak cerita menitipkan pesan-pesan yang baik tentang nilai tentang moral agar kita benar-benar bisa tumbuh jadi masyarakat yang semakin baik semakin maju modern tapi tetap memiliki karakter dan jati diri bangsa Indonesia,” terangnya.

“Tentunya melalui teknologi bisa maju tetapi beliau juga mengingatkan Indonesia, bukan negara lainnya. Jakarta ya Jakarta bukan Ibu kota negara lainnya. Artinya punya karakter dan ciri khas yang unik dan itu semua perlu kita pelihara dan kita gunakan untuk kemajuan ke depan,” pungkas Agus.

Berikan Komentarmu