Ini Alasan Polda Metro Jaya Masih Sulit Selidiki Kasus Antasari Azhar

0
217

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar meminta kepolisian segera mengusut siapa sesungguhnya pengirim sms misterius yang mengatasnamakan dirinya kepada Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Sebab di pengadilan, sms tersebut tak terbukti berasal dari nomor Antasari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengaku, pihaknya masih kesulitan melakukan penyelidikan kasus yang mengakibatkan Antasari harus mendekam di dalam penjara. Menurutnya hal itu terjadi lantaran minimnya alat bukti.

“Jadi untuk kasus pak Antasari Azhar, kalau mau ke Polda Metro silakan saja. Kita dengan tangan terbuka akan menerima, yang terpenting kita masih menunggu ada barang bukti baru yang diberikan oleh pelapor,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.

“Ya, itu saja. Alat bukti masih kurang, kita masih menunggu,” sambungnya.

Saat ditanya soal apakah pihak kepolisian akan menggandeng pihak provider untuk memperkuat bukti isi sms tersebut, Argo enggan menjawab. Menurutnya pihak Antasari hingga saat ini baru memberikan alat bukti berupa satu bundel fotocopy yang masih diragukan tingkat keabsahannya.

“Itu tidak bisa saya sampaikan, yang penting perlu juga ya, untuk bukti yang lain selain fotocopy. Kita perlu kebenaran fotocopy ini. Ini perlu dicek keasliannya dengan yang asli seperti apa, kita masih menunggu dari pelapor saja, dengan harapan segera mendapatkan alat bukti baru untuk segera kita selidiki,” kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini.

Seperti diketahui, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan akan menindaklanjuti laporan SMS misterius ke Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang diduga dikirim oleh mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. SMS misterius itu yang akhirnya menjerat Antasari Azhar masuk dalam penjara.

“Nanti akan saya cek kembali. Tentunya harus ditindaklanjuti,” kata Iriawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/1).

Terkait kapan kasus tersebut diusut tuntas, Iriawan belum bisa memastikan. Sebab, dia mengaku harus melakukan penelusuran terlebih dahulu lantaran laporan itu masuk pada beberapa tahun silam.

“Nanti saya cek dulu. Saya sudah lama enggak update data itu. Nanti saya tanya dulu ya, bagaimana kasusnya juga ke penyidik,” jelas dia.

Selain alasan itu, Iriawan juga mengaku terlalu banyak menangani persoalan di Jakarta sehingga butuh waktu untuk menyelesaikan laporan SMS misterius.

“Nanti saya akan jelaskan kemudian. Kerjaan saya banyak. Banyak sekali (urusan) di Jakarta ini luar biasa, jadi nanti akan saya sampaikan ke direktorat yang melakukan penyelidikan atau menanngani kasus,” ujar dia.

Berikan Komentarmu