Soal Rumah SBY Didemo, Wiranto Sarankan Lapor Polisi Saja

0
300

Rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta Selatan digruduk sejumlah orang. Melalui akun twitternya, SBY mengeluh keamanannya hidup di negeri sendiri sudah terancam.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto tak mau ambil pusing. Wiranto menjawab enteng dan menyarankan SBY melapor ke polisi. “Oh lapor polisi saja. Polisi yang tanganin,” kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Wiranto mengatakan, aksi demonstrasi tersebut bisa diatasi oleh polisi. SBY tak perlu khawatir keamanannya terancam. Sebab, sebagai presiden ke-6 RI, SBY masih mendapat fasilitas penjagaan dari pasukan pengamanan presiden (Paspampres).

“Grup (paspampres) ada, orangnya ada. Kadang hal-hal yang situasional diatasi. Gitu saja kan. Semuanya kan bisa berjalan sesuai dengan rel ya. Penyimpangan diatasi, ada kelalaian diselesaikan gitu saja,” ucapnya.

SBY masih mendapat pengamanan ketat dari Grup D paspampres. Grup D ini diresmikan langsung oleh Panglima TNI saat itu, Jenderal Moeldoko, di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Tanah Abang, Senin 3 maret 2014. Tugas pokok Grup D paspampres adalah melakukan pengamanan fisik terhadap mantan presiden dan wakil presiden beserta keluarga.

Diberitakan sebelumnya, ratusan orang menggeruduk kediaman pribadi Presiden ke 6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes, Iwan Kurniawan.

“Benar (ada demonstrasi), tapi sekarang kondisi normal, sudah dibubarkan paksa,” kata Iwan Kurniawan saat dihubungi, Senin (6/2).

Iwan menjelaskan, massa mulai datang sekitar sekitar pukul 15.00 Wib. Kemudian mereka sempat berorasi beberapa saat. “Kita tidak mengetahui identitas atau asal-usul para pendemo. Enggak tahu siapa mereka, tadi orasi,” katanya.

SBY mengeluh saat rumahnya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, didemo ratusan orang. Seharusnya sesuai undang-undang aksi tidak bisa dilakukan di rumah pribadi.

“Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*,” kicau SBY dalam akun twitternya, Senin (6/2).

SBY mengaku tidak diberitahu aparat kepolisian mengenai demo tersebut. Untuk itu sebagai rakyat dia meminta keadilan di negeri ini ditegakkan.

“Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*.”

Berikan Komentarmu