Soal Demo Rumah SBY, PDIP: Jangan Paranoid, Bukan Aksi Terorisme

0
317

Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menilai aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan kediaman Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah hal lumrah dalam alam demokrasi. Untuk itu, Masinton menilai SBY tak perlu gusar.

“Masa orang demokrasi jiwanya terancam,” singkatnya saat berada di komplek parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

“Presiden jadinya dagelan, masa ada demokrasi mahasiswa yang secuil masa jiwanya terancam. (mantan presiden) Soeharto tidak pernah terancam (aksi demo mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR). Tidak usah ini menjadi dagelan,” sambung Masinton.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meminta SBY tidak paranoid oleh aksi tersebut.

“Jangan terlalu paranoid, mahasiswa bukan yang membahayakan, bukan aksi terorisme. Aksi mahasiswa kemarin hal yang biasa-biasa saja, jangan di takuti,” kata dia.

Masinton juga menepis kabar soal unjuk rasa itu didalangi oleh PDIP. “Demo aksi itu tidak ada kaitanya dengan PDIP. Itu aksinya mahasiswa,” pungkasnya.

Sebelumnya, SBY mengeluh saat rumahnya di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, didemo ratusan orang. Seharusnya sesuai undang-undang aksi tidak bisa dilakukan di rumah pribadi.

“Saya bertanya kpd Bapak Presiden & Kapolri, apakah saya tidak memiliki hak utk tinggal di negeri sendiri, dgn hak asasi yg saya miliki? *SBY*,” kicau SBY dalam akun twitternya, Senin (6/2).

SBY mengaku tidak diberitahu aparat kepolisian mengenai demo tersebut. Untuk itu sebagai rakyat dia meminta keadilan di negeri ini ditegakkan.

“Saya hanya meminta keadilan. Soal keselamatan jiwa saya, sepenuhnya saya serahkan kpd Allah Swt. *SBY*.”

Berikan Komentarmu