Ahok: Kalau Mau Jadi Gubernur, Jangan Rusak Aturan

0
257

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengharapkan dua pasangan lainnya untuk tetap menjaga konstitusi. Dia mengingatkan, jangan sampai menjanjikan sesuatu kepada rakyat, di mana itu belum tentu dapat direalisasikan karena bertentangan dengan aturan yang ada.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, pihaknya telah berusaha mendidik masyarakat agar dapat taat terhadap konstitusi. Bahkan, beberapa kali dalam memberikan pendidikan ini mereka kerap bersitegang dengan warga ibukota. Untuk itu, dia meminta pasangan calon lainnya agar menjaga pemahaman tersebut.

“Makanya saya beri masukan, kamu jangan merusak sistem. Jadi gubernur, jadi gubernur aja deh. Tapi jangan merusak aturan. Orang kalau tinggal dibantaran kali, salah ya salah,” katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2) malam.

Mantan Bupati Belitung Timur ini memberikan perumpamaan laiknya orang tua di rumah yang membuat aturan. Mereka membuat aturan tersebut untuk mengatur anak-anak semua. Semua itu ada aturan lihat anaknya berhasil dan sehat.

“Tapi jangan om tante datang lalu merusak aturan, lalu mengiming-ngimingi anak-anak kita itu boleh ini itu. Rusak dong aturan kita padahal bentuk seorang anak itu butuh waktu,” tegasnya.

“Kita butuh waktu contoh kita itu di rumah susun, kami butuh 3 tahun melatih orang dibimbing, didampingi pindah dari kawasan kumuh masuk rumah susun. Termasuk orang yang biasa seks bebas, pakai narkoba. Orang dari kecil kok, 13 tahun, 18 tahun 10 orang 7 orang kena kok. Orang mesti dampingin, mesti bimbing, mesti buat peraturan,” tambah suami Veronica Tan ini.

Ahok memberikan contoh lain, warga Jakarta sebelumnya sempat lupa untuk membawa anaknya vaksin setiap bulannya. Sehingga sebagai Gubernur DKI Jakarta, dia membuat aturan agar orang tua tak lalai memperhatikan anak-anaknya.

“Orang sering vaksin anak lupa, kita harus bikin kalau kamu enggak vaksin anak enggak boleh sekolah. Ini mendidik. Kamu kalau tinggal di kawasan kumuh, bantaran sungai, anakmu bisa mati tenggelam loh. Jadi kita jangan ajarin boleh tinggal di kawasan kumuh rawan banjir trus anaknya meninggal diam-diam semua,” tutupnya.

Berikan Komentarmu