Total Dana Kampanye Rp 60,1 M, Tim Ahok Klaim Tak Ada Duit Partai

0
265

Bendahara Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, Charles Honoris memastikan dana kampanye sebesar Rp 60,1 miliar tidak ada sumbangan dari partai pengusung. Charles mengatakan dana kegiatan kampanye yang dilakukan partai pengusung bersifat internal dan tidak terkait dengan kegiatan tim pemenangan.

“Ya kalau pun partai melakukan kegiatan-kegiatan pemenangan tentunya itu kegiatan partai ya. Karena partai tidak disetor ke kami,” kata Charles di Rumah Pemenangan, Jalan Borobudur Nomor 18, Jakarta.

Partai pengusung yakni NasDem, Hanura, PDIP dan Golkar, kata dia, tidak memiliki kewajiban untuk melaporkan dana kegiatan kampanye ke tim pemenangan. Penggunaan dana kegiatan kampanye partai politik menjadi evaluasi internal.

Ditambahkannya, tim pemenangan hanya berkewajiban melaporkan dana kampanye yang berasal dari sumbangan dari pihak eksternal ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Charles menuturkan laporan dana kampanye yang masuk dan telah digunakan akan diserahkan ke KPU hari ini.

“Enggak ada laporan ke kami. Kegiatan partai ya kegiatan partai pengusung ya. Agenda partai, kegiatan kampanye yang kami laporkan ya kegiatan tim kampanye yang sudah kita lakukan selama ini,” terangnya.

Sebelumnya, Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat merilis laporan penerimaan dan pengeluaran dana Kampanye Rakyat. Laporan ini berisi detil pemasukan dan pengeluaran kampanye rakyat yang dimulai sejak 29 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017.

Bendahara Tim Pemenangan Pasangan Ahok-Djarot Charles Honoris mengatakan jumlah dana kampanye yang masuk sekitar Rp 60,1 miliar. Total dana tersebut berasal dari 4 sumber yakni donasi dari warga, sumbangan pihak lain berbentuk badan swasta, sumbangan belum tertib KPU dan penerimaan bunga bank.

Adapun rinciannya dari total Rp 60,1 miliar, Rp. 42,9 miliar atau 73,5 persen berasal dari sumbangan dari 12 ribu warga seluruh Indonesia, sumbangan dari badan hukum swasta sebesar Rp 15 miliar, sumbangan belum tertib KPU sebesar Rp 1,7 miliar dan sisanya dari penerimaan bunga bank Rp 22 juta.

“Kita sudah terima Rp 60,1 miliar. Dan dari itu didapatkan dari 4 sumbangan: perseorangan Rp 42 miliar, sumbangan pihak lain berbentuk badan swasta Rp 15 miliar. Jadi ada sekitar Rp 7 miliar yang belum digunakan. Dan ada sekitar, bagian dari Rp 7 miliar itu, Rp 1,7 miliar enggak lengkap formulirnya kita akan serahkan ke kas negara,” kata Charles

Dari total dana kampanye Rp 60,1 miliar, dana pengeluaran yang telah digunakan tim pemenangan yakni Rp 53,6 miliar. Charles menjelaskan dana pengeluaran di antaranya, pengeluaran terbatas 9,2 miliar, pertemuan tatap muka Rp 7,3 miliar, pembuatan iklan di media massa Rp 217 juta, penyebaran bahan kampanye kepada umum Rp 24,5 miliar.

Pembuatan desain alat peraga Rp 223 miliar, rapat umum Rp 5,3 miliar, lain-lain seperti ATK Rp 6 juta, honor tenaga kerja Rp 851 juta, keamanan Rp 799 juta, transportasi Rp 135 juta dan lain-lain Rp 695 juta. Operasional posko total Rp 1,4 miliar. Dan jasa konsultan Rp 537 juta, serta pembelian peralatan Rp 396 juta. Sedangkan konser Gue2, menghabiskan dana sekitar Rp 5,3 miliar.

“Pengeluaran paling besar itu untuk penyebaran bahan kampanye kepada umum. Nah ini misalnya dalam buku yang kita cetak alat peraga dan lain sebagainya. Yang kedua, biaya sosialisasi pertemuan tatap muka maupun pertemuan terbatas dengan masyarakat. Setelah itu rapat umum. Konser yang kita buat pada 4 Februari di Senayan. Kurang lebih kalau komponen besar ya seperti itu,” terangnya.

Berikan Komentarmu