Ahli Bahasa Nilai Ahok Takut Tak Dipilih Lalu Singgung Al Maidah

0
228

Ahli Bahasa Indonesia Prof Mahyuni mencoba menafsirkan maksud ucapan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dalam pidatonya di Pulau Pramuka 27 September 2016 lalu.

Hal itu diungkapkan Mahyuni saat dihadirkan menjadi saksi oleh jaksa penuntut umum dalam sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama.

Menurutnya, ucapan Ahok soal Al Maidah ayat 51 menunjukkan adanya keraguan, kalau ada pemegang hak pilih dalam Pilkada DKI, tidak memilihnya karena surat Al Maidah.

“Jadi seolah-olah beliau yakin tidak dipilih. Karena seperti itu, ada keyakinan dari masyarakat karena Al Maidah, tidak dipilih,” kata Mahyuni saat ditanya Majelis Hakim di Auditorium Kementerian Pertanian.

Sesuai dengan keahliannya, Mahyuni menangkap bahwa makna pernyataan Ahok bermaksud agar pemegang hak pilih, bisa memilih dia tanpa menjadikan surat Al Maidah sebagai rujukan.

“Iya maknanya sudah jelas. Jadi maknanya supaya beliau dipilih. Karena sumber (Al Maidah) itu beliau tidak dipilih,” katanya.

Dosen Universitas Mataram ini menjelaskan, kalimat Ahok yang menyingung Al Maidah diutarakan dengan sengaja.

Sebab sesuai ilmu bahasa, setiap kata disampaikan pasti melalui proses pemilihan.

“Kalau ilmu saya ada, pilihan kata disebut orang tidak mungkin tidak punya maksud menyampaikan sesuatu. Dalam setiap ujaran yang terungkap ada maksud. Pasti sengaja, pasti terpikirkan, keluar jadi produksi ujaran,” katanya.

Berikan Komentarmu