Curhatan Djarot Soal Momen Kampanye Bikin Putus Silaturahmi Dengan PNS DKI

0
226

Tiga bulan lebih Djarot Saiful Hidayat cuti sebagai wakil gubernur DKI Jakarta karena harus mengikuti kampanye pilkada DKI. Selama itu pula, dia mengaku memang menjaga jarak dengan para pejabat di lingkungan Pemprov DKI.

“Sebetulnya jujur saya 100 hari lebih kami kadang merasa karena sistem aja, silaturahmi saya mau mampir ke kantor kelurahan enggak enak, ke kantor kecamatan enggak enak,” kata Djarot, di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Djarot menceritakan pernah bertemu seorang pejabat saat sedang makan soto di Tanah Abang. Namun mereka bersikap seolah tidak kenal karena adanya aturan agar PNS menjaga netralitas dalam pilkada.

“Saya sampai curhat sama Pak Suradika, Pak Sekda, pilkada seakan-akan menakutkan sehingga silaturahmi kita sama-sama takut, kami enggak enak, sampean enggak enak, ini ada apa toh,” ujar Djarot.

Djarot juga curhat tentang pengadangannya saat kampanye di Kedoya. Lalu saat Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi dilaporkan ke Bawaslu karena kedapatan hadir di lokasi kampanyenya.

“Datang wis diadang di Kedoya, ada walkot datang, kapolres datang, itu pun dilaporkan, jadi gini loh, kita selalu dibangun rasa kecurigaan, niatnya udah enggak baik sehingga bisa memutus dan merenggangkan tali silaturahmi. Saya tahu saya bukan orang baru di pemerintahan. Memisahkan urusan kantor dan mana urusan di luar kantor,” tandasnya.

Berikan Komentarmu